Jakarta, Kliksumbar – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, mengapresiasi capaian bisnis komersial Perum LKBN Antara dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026). LKBN Antara hadir bersama Dirut Benny Siga Butar-butar, serta 3 direksi, yakni Virgandhi, Arie dan Rahmat Hidayat. Turut hadir juga hadir Dewan Pengawas Perum LKBN Antara, Adrian Tuswandi, Ramadhan Pohan dan Arie Kristian.
Apresiasi tersebut disampaikan setelah manajemen Antara memaparkan realisasi pendapatan komersial yang mencapai Rp133 miliar hingga Juni 2026.
“Bagus nih kerja komersialnya Antara,” ujar Lamhot saat memimpin rapat.
RDP tersebut membahas evaluasi kinerja, serapan anggaran Semester I 2026, serta Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026.
Pendapatan Komersial Capai Rp133 Miliar
Direktur Komersial LKBN Antara, Rahmad Hidayat, menjelaskan bahwa target pendapatan komersial tahun 2026 mencapai Rp353 miliar.
Hingga Juni 2026, realisasi pendapatan telah mencapai Rp133 miliar.
Capaian itu dinilai menjadi sinyal positif bagi penguatan kinerja bisnis perusahaan media milik negara tersebut.
Selain itu, Antara juga terus mengembangkan berbagai layanan informasi dan komunikasi untuk memperkuat pendapatan non-PSO.
PSO Jadi Penopang Operasional Antara
Direktur Utama LKBN Antara, Benny Siga Butarbutar, menegaskan bahwa dana Public Service Obligation (PSO) tetap menjadi fondasi utama operasional perusahaan.
Menurutnya, pencairan PSO pada awal Juni 2026 memberikan ruang gerak yang lebih baik bagi perusahaan.
“Alhamdulillah, awal Juni PSO dari Kementerian Komunikasi dan Digital sudah cair. Kinerja LKBN Antara semakin optimistis menjadi aktor informasi negara,” kata Benny.
Ia menjelaskan bahwa industri media nasional masih menghadapi tekanan ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Namun demikian, manajemen tetap optimistis mampu mencapai target RKAP yang telah ditetapkan.
DPR Soroti Pencairan PSO Lebih Cepat
Dalam rapat tersebut, Lamhot juga menyinggung pentingnya pencairan dana PSO sejak awal tahun anggaran.
Menurutnya, langkah tersebut dapat mengurangi ketergantungan lembaga penyiaran publik terhadap pembiayaan perbankan.
“Saya berharap PSO Antara bisa cair sejak awal tahun sehingga tidak perlu meminjam ke bank untuk operasional,” ujarnya.
Meski demikian, Lamhot menegaskan bahwa urusan PSO berada dalam ruang lingkup Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Komisi I DPR RI.
Sementara itu, Komisi VII DPR RI berfokus pada pengawasan kinerja korporasi dan tata kelola perusahaan negara.
Optimistis Capai Target Akhir Tahun
Selain pendapatan komersial, Antara juga melaporkan capaian kinerja keuangan semester pertama sebesar Rp9,7 miliar.
Meski masih berada di bawah target RKAP 2026, manajemen yakin tren pertumbuhan akan terus berlanjut hingga akhir tahun.
Optimisme tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan bisnis, pencairan PSO, serta penguatan layanan informasi nasional yang menjadi mandat utama LKBN Antara. (***)











