Jakarta, Kliksumbar – Palang Merah Indonesia (PMI) memperkuat upaya pemulihan pascabanjir di Sumatera dan Aceh.

Fokus utama saat ini menyasar pembersihan lumpur, kayu, dan material banjir.

Material tersebut masih menutup permukiman warga dan fasilitas umum.

Selain itu, PMI mendorong percepatan pemulihan lingkungan terdampak.

Langkah ini bertujuan membantu warga kembali beraktivitas secara normal.

PMI juga mengedepankan pembersihan mandiri berbasis masyarakat.

Sebagai dukungan konkret, PMI mengirimkan peralatan pembersihan dalam jumlah besar.

Bantuan tersebut mencakup 20.000 cangkul untuk warga terdampak.

PMI juga mengirim 20.000 sekop dan 20.000 cleaning kit.

Tidak hanya peralatan manual, PMI juga mengerahkan alat berat.

PMI mengirim 41 unit excavator mini ke wilayah terdampak.

Selain itu, PMI menyiapkan enam unit excavator besar.

Alat berat ini difokuskan pada area dengan endapan lumpur tebal.

Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla, menegaskan langkah tersebut bersifat strategis.

Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci percepatan pemulihan.

PMI bekerja bersama BNPB dalam proses pembersihan wilayah terdampak.

“Kita bersama BNPB membersihkan jalan, lumpur, dan kayu. Kita akan fokus membersihkan rumah-rumah, dengan mengirim peralatan untuk melakukan pembersihan secara mandiri yaitu 20.000 cangkul, 20.000 sekop, dan 20.000 cleaning kit,” ujar Jusuf Kalla.

“Selain itu ada juga excavator mini sebanyak 41 unit yang diharapkan mampu menjangkau areal sempit yang tidak dapat dijangkau oleh kendaraan biasa, serta excavator besar sebanyak 6 unit,” tambahnya.

Lebih lanjut, Jusuf Kalla menekankan peran excavator mini.

Alat tersebut mampu menjangkau kawasan padat penduduk.

Oleh karena itu, pembersihan rumah warga dapat berlangsung lebih cepat.

Selain membantu teknis pembersihan, langkah ini juga memberi dampak psikologis.

Kehadiran alat berat meningkatkan semangat warga terdampak.

PMI berharap partisipasi masyarakat terus meningkat.

Seluruh bantuan direncanakan berangkat pada 3 Januari 2026.

Pengiriman menggunakan kapal Kalla Lines. Kapal akan bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Tujuan pengiriman mencakup wilayah terdampak di Sumatera dan Aceh.

PMI berharap distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran.

Dengan demikian, masyarakat dapat memasuki fase pemulihan berikutnya.

PMI juga memastikan tetap siaga menghadapi potensi bencana lanjutan. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *