Padang, Kliksumbar – Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan digelar serentak secara nasional.
Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat menerima audiensi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang di Kediaman Resmi Wali Kota, Rabu (21/1/2026).
Audiensi itu dihadiri Kepala BPS Kota Padang, Dessi Febriyanti, untuk membahas persiapan pendataan ekonomi nasional yang dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Juli 2026.
Dessi menjelaskan, Sensus Ekonomi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1967. Pendataan ini menyasar seluruh pelaku usaha di Kota Padang, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga perusahaan besar.
“Saat ini kami terus menggencarkan sosialisasi agar masyarakat dan pelaku usaha memahami pentingnya sensus ini. Kami berharap warga tidak ragu saat menerima petugas pendataan di lapangan,” ujar Dessi.
Selain Sensus Ekonomi, BPS Kota Padang juga memaparkan sejumlah program unggulan tahun 2026. Salah satunya Pembinaan Statistik Kelurahan yang diminta Wali Kota Padang untuk difokuskan pada wilayah terdampak bencana.
Program tersebut ditujukan untuk menghasilkan basis data statistik kebencanaan yang akurat sebagai dasar mitigasi dan penyusunan kebijakan daerah.
BPS Kota Padang juga menjalankan program Literasi Statistik melalui kegiatan Statistik Goes to School dan Statistik Goes to Campus guna mengenalkan peran data kepada pelajar dan kalangan akademisi.
Pendekatan langsung kepada masyarakat turut dilakukan melalui kegiatan Senam Sensus yang direncanakan berlangsung pada Januari hingga Februari 2026. Sesuai arahan Wali Kota Padang, kegiatan ini akan melibatkan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) agar jangkauan sosialisasi lebih luas dan meriah.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut positif langkah proaktif BPS Kota Padang tersebut. Ia menegaskan bahwa akurasi data statistik menjadi kunci utama dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Pemko Padang mendukung penuh. Kolaborasi ini penting agar masyarakat sadar akan pentingnya data. Jika data akurat, perencanaan pembangunan Kota Padang ke depan akan lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi warga,” jelasnya. (***)










