Padang, – Memulai tahun 2025, PT. Bank Nagari BPD Sumbar menggelar pers conference, Selasa (21/1/2025) di Kantor Pusat Bank Nagari Jalan Pemuda Kota Padang.
Konferensi Pers dihadiri Dirut dan Direksi PT Bank Nagari Gusti Candra, Roni Edrian (Direktur Keuangan), Zilfa Efrizon (Direktur Operasional), dan Sukardi (Direktur Kepatuhan).
Direktur Bank Nagari Gusti Candra menyampaikan tentang Kinerja Keuangan bank kebanggaan urang awak tahun 2023.
“Secara umum, kinerja PT. Bank Nagari pada tahun 2024 menunjukkan perkembangan yang baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” ujar Gusti Candra.
Itu kata Gusti bisa dilihat dari jumlah Aset yang semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan Kredit/Pembiayaan dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga, yang berdampak positif terhadap pertumbuhan Laba Bersih bank tahun 2024.
“Tahun 2024 kita mencatatkan total aset Rp33,11 triliun, itu berarti tumbuh Rp 1,19 Triliun atau 3,74 % dari tahun 2023,” Ujar Gusti.
Lalu kata Gusti, total Kredit/pembiayaan tahun 2024 mencapai Rp25,55 triliun, tumbuh Rp1,52 Triliun atau 6,32% dari tahun 2023.
Sedangkan total dana Pihak Ketiga tahun 2024 mencapai Rp26,68 triliun, tumbuh Rp737,72 milliar atau 2,84% dari 2023, Menyala Bank Nagari kita.
“Dari capaian kerja 2024 itu maka tercatat total laba bersih tahun 2024 mencapai Rp540,47 miliar (unaudited), tumbuh Rp16,70 miliar atau 3,19% dari tahun 2023 sebesar Rp523,77 miliar (audited),” ujar Gusti.
Untuk kinerja keuangan 2024 dibeberkan Gusti Candra berdasarkan segmen bisnis dan pengelolaan bisnis Bank Nagari dibagi kedalam segmen Konvensional dan Usaha Syariah.
Ada beberapa segmen yatu:
1. Kinerja Segmen Konvensional
a. Total Aset Konvensional tahun 2024 mencapai Rp27,00 triliun, penurunan sebesar Rp495,44 miliar atau -1,80% dari tahun 2023.
b. Total Kredit Konvensional tahun 2024 mencapai Rp21,51 triliun, bertumbuh sebesar Rp884,54 miliar atau 4,29% dari tahun 2023, dengan kontribusi pertumbuhan Kredit Produktif sebesar Rp87,68 miliar dan pertumbuhan Kredit Konsumtif sebesar Rp796,86 miliar.
c. Total Dana Pihak Ketiga Konvensional tahun 2024 mencapai Rp21,94 triliun, mengalami penurunan sebesar Rp292,26 miliar atau -1,31% dari tahun 2023.
“Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga didorong oleh Tabungan sebesar Rp161,52 milliar dan Deposito sebesar Rp248,35 milliar, sementara giro mengalami penurunan sebesar Rp702,12 milliar,”ujar Gusti.
2. Kinerja Segmen Syariah
Pada tahun 2024, unit usaha syariah mampu bertumbuh double digit baik dari sisi Aset, Pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga, dengan rincian sebagai berikut :
a. Total Aset Syariah tahun 2024 mencapai Rp6,10 triliun, tumbuh Rp1,69 triliun atau 38,29% dari tahun 2023, sehingga share Aset UUS tahun 2024 terhadap induk mencapai 18,43%, meningkat dari tahun 2023 sebesar 13,83%.
b. Total Pembiayaan Syariah tahun 2024 mencapai Rp4,04 triliun, tumbuh Rp634,26 miliar atau 18,62% dari tahun 2023, dengan kontribusi pertumbuhan Pembiayaan Konsumtif sebesar Rp356,30 miliar dan pertumbuhan Pembiayaan Produktif sebesar Rp277,96 miliar.
c. Total Dana Pihak Ketiga Syariah tahun 2024 mencapai Rp4,74 triliun, tumbuh Rp1,03 triliun atau 27,77% dari tahun 2023, didorong oleh pertumbuhan tabungan sebesar Rp277,91 miliar dan pertumbuhan deposito sebesar Rp813,72 miliar
3. Rasio Keuangan tahun 2024
a. CAR mencapai 23,09%, meningkat dari tahun 2023 sejalan dengan pertumbuhan setoran Modal Disetor dan Laba bersih Bank.
b. ROA sebesar 2,12% dan ROE sebesar 14,61% dengan pencapaian Laba Bersih Rp540,47 miliar.
c. NIM sebesar 5,99%.
d. LDR sebesar 95,76% yang menunjukkan kemampuan Bank dalam memanfaatkan Dana Pihak Ketiga menyalurkan Kredit secara optimal.
e. NPL sebesar 1,85%, membaik dari tahun 2023 sebesar 1,98%.
f. BOPO mencapai 80,56%.
g. CASA mencapai 40,97%
(adr)










