Oleh: Adrian Tuswandi, Wartawan Utama-933

Masih meragu dan sering berada di persimpangan jalan, bahkan netizen pun bertanya, Antara itu bagian mananya dari sebuah pohon besar jurnalistik.

Pers idealkah Antara itu? Waduh, pemikiran mendiskriditkan Antara di cabang pers yang mana seperti di atas, sungguh terlalu!!!

Antara merupakan Lembaga Kantor Berita Negara (LKBN). Dia merupakan Perusahaan Umum yang garis komando perusahaannya ada di BP BUMN. Artinya apa? Insan Antara itu tapak pijaknya tidak abu-abu lagi, yaitu pers pemerintah atau negara.

Terus, masih bisakah menyandang pers profesional, pers tidak memihak, pers yang hasil news-nya tidak opok-opok atau asal bapak senang.

Wuihh, tunggu dulu, bro. Jangan kepagian men-judge nih.

Karena insan Antara adalah pribadi yang berproses dan ditempa dalam memahami dan berkarya jurnalis yang berpedoman kepada kode etik jurnalis, UU Pers, dan pedoman penulisan dari LKBN Antara sendiri.

Sehingganya, dalam penyajian berita, produk LKBN Antara itu sering jadi referensi, baik oleh media berita lain atau sumber akademik bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi dan tesis.

Sangat pas tagline media ini, Antara Berita dari Sumbernya atau Antara Sumber Inspirasi.

Insan Antara dalam perekrutannya tidak asal-asalan, harus melewati serangkaian proses, bahkan untuk menuju peningkatan status, para insan Antara harus lewat Susdapek berjenjang pula itu.

LKBN Antara adalah pelahir talenta jurnalis berbasiskan profesionality dan punya sikap jelas pada karyanya.

Jadi, insan Antara bukan individu yang menjalani profesi abu-abu. Dia, dari Dewan Pengawas, Dewan Direksi, BOD-1 dan BOD-1 hingga crew berita, editing, dan sunting, telah punya sikap ruang redaksi, yaitu garda terdepan publisitas program Presiden Prabowo Subianto.

Program Presiden itu sudah hafal oleh semua rakyat Indonesia, seperti ketahanan pangan, ketahanan energi, pendidikan dan kesehatan, serta ekonomi kerakyatan berdasarkan Pasal 33 UUD Negara Republik Indonesia 1945.

Ada banyak akses gorengan netizen berklasifikasi buzzer terhadap program unggulan presiden peraih suara terbanyak Pemilu 2024 lalu itu.

LKBN Antara tidak tinggal diam, dengan tetap merujuk kepada kode etik, UU 40 Tahun 1999, dan kaidah jurnalistik kekinian. Insan Antara, lewat produk jurnalistik yang mengedepankan keberimbangan, kuat data dan fakta, senantiasa meluruskan ke publik terkait gorengan buzzer yang dalam tanda kutip sudah awut-awutan menyerang kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

Tidak itu saja, di cabang kekuasaan negara lain, kalau tidak benar isunya, maka insan Antara pasti terdepan dalam meluruskan atau mengklarifikasi lewat produk jurnalis high level.

Masih meragukah ‘Netizen 62’ atas komitmen dan konsistensi LKBN Antara dalam berkarya produk jurnalis. Tentu lah tidak, karena mempelototin produk yang dihasilkan LKBN Antara tidak bisa dipelototin sepotong-potong. Baca, dengar, dan saksikan sampai habis produk LKBN Antara itu, maka di situ alam bawah sadar pembaca dan pemirsa paham bahwa news keluaran LKBN Antara very qualified jurnalistik.

Penulis sendiri menyadari bahwa selaku Kantor Berita Negara, tentu insan Antara kemampuannya harus di atas indeks rata-rata jurnalis hebat nasional, atau kemampuan insan Antara harus selevel dengan jurnalis internasional, harus selalu berproses.

Apalagi, menurut riset penulis, bahwa insan Antara adalah pembawa bendera atau the flag carrier, sebuah kerja luar biasa yang terimprovisasi atas hadirnya Antara tahun 1937, sampai kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan, yaitu pers pejuang.

Di Antara itu sejak lahir hingga DNA yang mengalir kini dan ke depan, adalah selalu menjadi jurnalis pejuang.

Mereka satu tekad, berita program presiden harga mati dalam berbagai wujud penyajiannya.

Sedangkan untuk lembaga negara, kementerian dan perusahaan BUMN, hingga pemerintah daerah, insan Antara bekerja berdasarkan fakta dan data. Jika ada pemberitaan yang menyoroti kinerja pembantu presiden, maka itu adalah bagian dari controlling dan kritikan positif untuk kembali kerja ke khitah yang digariskan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Selamat bekerja dan berkarya, insan Antara, di seantero republik bahkan dunia internasional. Ingat, kerja kita adalah mulia, dan jurnalis itu penganut mazhab kebenaran relatif. Fakta dan data disajikan, tetap saja judge akhir adalah pembaca.

Salam Fitri penulis ucapkan di penghujung Ramadhan 1447 H. Bangga jadi bagian dari pembawa bendera negara (the flag carrier).

Terima kasih.

Penulis adalah wartawan senior pemegang Kartu Utama Dewan Pers nomor 933. Saat ini mengemban amanah sebagai Anggota Dewan Pengawas Perum LKBN Antara dan Anggota Dewan Pakar PWI Pusat, juga Ketua Jaringan Pemred Sumbar.

*Seluruh tulisan ini sepenuhnya tanggung jawab penulis*

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *