Padang, Kliksumbar — Aktivitas penerbangan dua pesawat berjenis Cessna pada larut malam menarik perhatian warga Sumatera Barat. Pesawat tersebut terlihat berputar-putar cukup lama di udara, memunculkan berbagai pertanyaan karena tidak menyerupai pola penerbangan komersial pada umumnya.
Pantauan di sejumlah wilayah menunjukkan kedua pesawat kecil itu melakukan manuver melingkar di area udara tertentu. Pola terbang yang berulang tersebut menjadi sorotan masyarakat, terutama karena dilakukan pada malam hari.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari otoritas penerbangan setempat terkait aktivitas dua pesawat Cessna tersebut. Namun, informasi yang beredar di sejumlah media nasional menyebutkan bahwa pesawat jenis ini kerap digunakan dalam operasi modifikasi cuaca atau hujan buatan.
Berdasarkan pemberitaan yang beredar, petugas terlihat membawa Natrium Klorida (NaCl) atau garam untuk diangkut menggunakan pesawat Cessna 208 Caravan dengan nomor registrasi PK-SNN. Pesawat tersebut dilaporkan melaksanakan operasi modifikasi cuaca dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh, pada Kamis (8/1/2026).
Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) disebut menjalankan operasi modifikasi cuaca menggunakan bahan NaCl dan kapur tohor (CaO). Kegiatan ini bertujuan mengelola curah hujan untuk mitigasi bencana hidrometeorologis serta membantu percepatan pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Dalam operasi tersebut, pesawat Cessna biasanya terbang dengan pola melingkar di ketinggian tertentu untuk menyebarkan bahan modifikasi cuaca. Pola penerbangan ini berbeda dari rute reguler dan lebih mudah terlihat ketika dilakukan pada malam hari. (***)










