Padang, Kliksumbar – Padang kini mewakili Indonesia pada nominasi UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 bidang gastronomi. Kementerian Ekonomi Kreatif menetapkan Padang pada 4 November 2026.

Capaian tersebut melanjutkan gagasan yang lebih dahulu tumbuh di komunitas Indonesia Creative Cities Network (ICCN). Komunitas ini mendorong Padang masuk jejaring kota kreatif dunia melalui Rakornas ICCN 2025 bertema “Bajamba”.

Wakil Direktur Media dan Komunikasi ICCN Pusat, Yulviadi Adek, menyebut potensi Padang menjadi alasan utama. Potensi itu meliputi sumber daya manusia, budaya Minangkabau, kekayaan alam, dan pasar internasional.

“Kami melihat Padang dan Sumatera Barat memiliki potensi yang sangat besar,” kata Yulviadi. Ia menyampaikan hal tersebut kepada wartawan di Padang, Jumat, (6/11/2026).

Menurut Yulviadi, perguruan tinggi memperkuat sumber daya manusia daerah. Lulusan berbagai disiplin ilmu berpeluang melahirkan pelaku kreatif dan inovasi.

Selain itu, tradisi Minangkabau tetap hidup dalam keseharian masyarakat. Sumatera Barat juga memiliki kawasan laut, pesisir, dan pegunungan.

Penerbangan internasional Padang menuju Kuala Lumpur dan Singapura membuka peluang pasar. Konektivitas tersebut dapat memperluas jejaring produk kreatif daerah.

Bajamba Mengangkat Identitas Gastronomi Minangkabau

ICCN menilai gastronomi paling sesuai dengan karakter Padang. Kuliner Minangkabau memiliki kekuatan melalui masakan, sejarah, tradisi, dan nilai sosial.

Karena itu, panitia memilih tema “Bajamba” untuk Rakornas ICCN 2025. Tradisi makan bersama tersebut mencerminkan kuliner dan kebersamaan masyarakat Minangkabau.

“Gastronomi bukan hanya soal makanan, tetapi juga budaya, tradisi, sejarah, dan kehidupan masyarakat,” ujar Yulviadi.

Gagasan komunitas kemudian mendapat dukungan Pemerintah Kota Padang. ICCN dan Pemko Padang menandatangani nota kesepahaman pada 10 Juni 2025 di Jakarta.

Wali Kota Padang Fadly Amran menandatangani MoU bersama Ketua Umum ICCN Tubagus Fiki Satari. Kesepakatan itu mengatur pendampingan penyusunan peta jalan Kota Kreatif.

Kolaborasi tersebut menghubungkan gerakan komunitas dengan kebijakan pemerintah. Rakornas ICCN kemudian berlangsung pada 6–10 Agustus 2025.

Kegiatan itu menjadi bagian peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-356. Pembukaan berlangsung pada 8 Agustus 2025 di THE ZHM Premiere Hotel Padang.

Peserta mengunjungi Museum Adityawarman untuk mengenal sejarah rendang. Mereka juga menjelajahi Gunung Padang dan Kota Tua bersama Padang Heritage.

Panitia memperkenalkan lamang tapai dan palai bada kepada peserta. Rangkaian kegiatan ditutup dengan jamuan makan bajamba.

Padang Menyiapkan Dokumen Nominasi UNESCO

Selain Padang, Kementerian Ekonomi Kreatif menetapkan Kabupaten Bantul sebagai wakil Indonesia. Bantul mewakili bidang Kriya dan Seni Rakyat.

Padang mengandalkan gastronomi yang tumbuh dari perdagangan rempah dan akulturasi budaya. Pengaruh Minangkabau, Tionghoa, India, dan Nias membentuk identitas kulinernya.

Tradisi bajamba, manatiang piriang, dan teknik memasak marandang memperkuat identitas tersebut. Kementerian mencatat ekosistem gastronomi Padang menyerap lebih dari 53 ribu tenaga kerja.

Ekosistem itu didukung Sentra Rendang dan Bagindo Aziz Chan Youth Center. Produk bumbu Padang juga telah menembus pasar ekspor.

Padang harus menyempurnakan dokumen nominasi selama November–Desember 2026. Pemerintah menargetkan penyerahan dokumen ke Sekretariat UCCN di Paris pada awal 2027.

UNESCO menjadwalkan pengumuman anggota baru pada Oktober 2027. Dengan demikian, penetapan sebagai wakil Indonesia belum mengakhiri proses nominasi.

Bagi ICCN, capaian tersebut meneruskan gagasan melalui Rakornas 2025. Inisiatif komunitas dan kolaborasi pemerintah kini membawa gastronomi Minangkabau menuju panggung dunia. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *