Jakarta, Kliksumbar – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menuntaskan seluruh penggalian terowongan MRT Jakarta Fase 2A paket CP202. Pencapaian ini ditandai keberhasilan Tunnel Boring Machine (TBM)-2 menembus South Shaft Stasiun Mangga Besar.
Keberhasilan tersebut sekaligus mengakhiri seluruh pekerjaan penggalian terowongan menggunakan TBM pada paket CP202. ADHI mengerjakan proyek strategis tersebut bersama Shimizu Corporation melalui konsorsium Shimizu-Adhi Joint Venture (SAJV).
Penyelesaian pekerjaan ini menjadi pencapaian penting dalam pembangunan infrastruktur transportasi publik Jakarta. Pasalnya, proyek tersebut melibatkan pekerjaan konstruksi bawah tanah dengan tingkat kompleksitas tinggi.
TBM-2 Berhasil Tembus Stasiun Mangga Besar
Keberhasilan breakthrough TBM-2 menandai selesainya seluruh tahapan penggalian terowongan menggunakan mesin bor. Proses konstruksi tersebut berlangsung hingga kedalaman 30 meter.
Pekerjaan ini membutuhkan perencanaan teknis yang matang serta koordinasi intensif. ADHI bersama Shimizu Corporation juga menerapkan berbagai pendekatan untuk menghadapi tantangan konstruksi bawah tanah.
Selain itu, kedua perusahaan menjaga efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pekerjaan. Upaya tersebut mendukung penyelesaian konstruksi sesuai standar yang telah ditetapkan.
Pencapaian ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan infrastruktur berskala besar. Setiap tahapan pekerjaan membutuhkan koordinasi antara manajemen dan tim proyek.
Dirut ADHI Apresiasi Kualitas Konstruksi
Direktur Utama PT Adhi Karya, Moeharmein Zein Chaniago, mengapresiasi hasil pekerjaan tim proyek. Ia menyampaikan apresiasi tersebut saat meninjau langsung area pembangunan MRT Jakarta CP202.
Moeharmein menilai tim proyek mampu menjaga kualitas konstruksi dan penataan pekerjaan. Ia juga menyoroti penerapan keselamatan kerja selama proses pembangunan berlangsung.
“Dari manajemen ADHI KARYA, kami mengunjungi area pekerjaan konstruksi. Kami melihat pekerjaan yang sangat luar biasa dan tertata dengan rapi. Kualitas pengerjaannya juga sangat tinggi, termasuk penerapan aspek keselamatan kerja (safety),” ujar Moeharmein.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bagian dari pengawasan langsung manajemen. ADHI ingin memastikan seluruh tahapan konstruksi memenuhi standar perusahaan.
“Ini merupakan wujud dari komitmen manajemen ADHI KARYA, bahwa setiap pekerjaan harus memperhatikan kualitas, keselamatan kerja, serta ketepatan pelaksanaan konstruksi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kualitas, keselamatan, dan ketepatan waktu menjadi perhatian manajemen. Ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek infrastruktur.
Perkuat Kontribusi terhadap Transportasi Publik
Dalam pelaksanaan proyek, ADHI juga mengedepankan operational excellence. Perusahaan menerapkan prinsip tersebut melalui efektivitas, efisiensi, dan pengawasan pekerjaan.
Sinergi manajemen dan tim proyek turut mencerminkan karakter LAMPs insan ADHI. Salah satu nilai yang diterapkan ialah Adaptif.
Nilai tersebut tercermin melalui kolaborasi, inovasi, dan penyesuaian terhadap tantangan konstruksi. Pendekatan ini mendukung pelaksanaan pekerjaan yang menghadapi kompleksitas teknis di lapangan.
Lebih jauh, penyelesaian penggalian terowongan CP202 turut mendukung pengembangan MRT Jakarta Fase 2A. Proyek ini diharapkan memperkuat konektivitas antarkawasan di ibu kota.
Keberadaan MRT juga diharapkan menghadirkan mobilitas masyarakat yang lebih efisien dan terintegrasi. Selain itu, pengembangan transportasi massal mendukung pembangunan perkotaan berkelanjutan.
Melalui pencapaian ini, ADHI kembali mengambil bagian dalam pembangunan infrastruktur strategis nasional. Perusahaan menegaskan kontribusinya terhadap pengembangan transportasi publik sebagai penopang mobilitas masyarakat masa depan. (***)











