Tangerang, Kliksumbar – InJourney Aviation Services (IAS) membuka Posko Gabungan Nasional IAS Group untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik dan arus balik Idulfitri 2026.

Posko tersebut menjadi pusat koordinasi operasional IAS guna memastikan pelayanan penerbangan tetap aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.

Direktur Utama IAS Budi Setyawan Wijaya meresmikan posko itu di Grand Anara Airport Hotel, Terminal 3 Domestik Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Selain itu, sejumlah pejabat sektor transportasi turut menghadiri pembukaan posko tersebut. Para pejabat itu berasal dari InJourney, Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura Indonesia, Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, serta Pelita Air Service.

Selanjutnya, IAS menjalankan POSGABNAS mulai 13 hingga 30 Maret 2026 selama periode angkutan Lebaran.

IAS juga mengoperasikan posko secara serentak di seluruh wilayah operasional perusahaan. Regional operasional IAS tersebar di Bandara Kualanamu, Bandara Soekarno-Hatta, Bandara I Gusti Ngurah Rai, serta Bandara Hasanuddin.

Melalui posko tersebut, IAS memperkuat koordinasi antar entitas perusahaan selama periode puncak mobilitas masyarakat.

Di sisi lain, IAS juga memantau operasional bandara secara real time melalui berbagai sistem digital terintegrasi.

Sistem tersebut memantau pergerakan penerbangan, pelayanan penumpang, penanganan bagasi, hingga operasional kargo. IAS mengintegrasikan pemantauan melalui sistem MOT, CIS, GIS, serta Baggage Delivery Time.

Selain itu, posko tersebut juga berfungsi sebagai pusat komunikasi operasional sekaligus crisis center untuk mempercepat koordinasi jika terjadi situasi darurat di bandara.

Direktur Operasi IAS Danny Thaharsyah menegaskan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan penerbangan.

“Fokus kami tidak hanya pada kesiapan fasilitas dan operasional bandara,” ujar Danny.

“Kami juga berupaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang nyaman dan berkualitas bagi pelanggan,” tambahnya.

Karena itu, IAS terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui perbaikan fasilitas, penyempurnaan proses operasional, serta penguatan sumber daya manusia di bandara.

Selain itu, IAS memastikan seluruh petugas layanan siap melayani penumpang secara optimal selama periode angkutan udara Lebaran 2026.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney Yudhi Rizkiyardie Darun menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga kelancaran operasional bandara.

“Kami memperkuat koordinasi posko, kesiapan fasilitas, optimalisasi personel, serta pengaturan operasional layanan bandara,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yudhi menilai momentum Ramadan dan Lebaran tidak hanya berkaitan dengan tradisi mudik, tetapi juga mendorong peningkatan wisata domestik.

InJourney memproyeksikan tingkat okupansi hotel dalam ekosistem perusahaan mencapai sekitar 63 persen selama periode libur Lebaran.

Angka tersebut diperkirakan meningkat sekitar 10 persen dibanding periode sebelumnya.

Selain itu, InJourney juga memprediksi kunjungan wisata ke berbagai destinasi meningkat sekitar 15 persen pada periode yang sama.

“Momentum libur Lebaran, Nyepi, serta kebijakan Work From Anywhere menjadi peluang besar untuk mendorong mobilitas wisatawan nasional,” ujarnya. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *