Agam, Kliksumbar – Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Agam mengevakuasi warga terdampak banjir dan longsor yang melanda Jorong Subarang Aia, Nagari Kampuang Tangah, Kecamatan Palembayan, Sabtu (29/11).
Bencana tersebut merusak permukiman dan memutus seluruh akses jalan menuju wilayah terdampak.
Kondisi itu membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan dukungan jalur udara.
Sebanyak delapan warga yang mengalami luka berat dirujuk ke RSUD Lubuk Basung di Kabupaten Agam.
Relawan PMI mengoordinasikan proses rujukan bersama Basarnas untuk memastikan penanganan cepat bagi seluruh pasien.
Karena akses darat terputus total, helikopter menjadi satu-satunya pilihan yang dapat membawa pasien ke fasilitas kesehatan.
Tim Basarnas kemudian mengarahkan helikopter menuju GOR Lubuk Basung sebagai titik pendaratan.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Logistik sekaligus Kepala Markas PMI Agam, Ade Alfani, menyampaikan bahwa kondisi pasien membutuhkan tindakan cepat.
“Sebagian pasien mengalami cedera berat seperti patah tulang dan luka robek pada bagian belakang kepala di dekat telinga. Dengan kondisi akses yang terputus total, rujukan udara menjadi satu-satunya cara agar mereka segera mendapatkan penanganan medis,” ujar Ade Alfani.
Setelah helikopter mendarat di GOR Lubuk Basung, petugas PMI memindahkan pasien ke ambulans untuk dibawa menuju RSUD Lubuk Basung.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari respons darurat PMI untuk menjamin keselamatan warga di lokasi terdampak.
Selain kebutuhan evakuasi medis, warga di Nagari Kampuang Tangah membutuhkan bantuan mendesak.
Kebutuhan tersebut meliputi obat-obatan, makanan siap santap, perlengkapan ibu hamil, kebutuhan balita, dan penerangan.
Hingga kini, aliran listrik di beberapa titik masih padam sehingga warga kesulitan melakukan aktivitas dasar.
Relawan PMI bersama aparat gabungan terus menyalurkan bantuan melalui jalur yang memungkinkan.
Namun, keterbatasan akses masih menjadi kendala besar.
Saat ini, jalur udara menjadi satu-satunya akses yang layak.
Jalur sungai tersedia tetapi berisiko tinggi, sementara jalur galodo tidak stabil dan tidak aman untuk dilalui.
Kondisi tersebut membuat penyaluran bantuan membutuhkan pertimbangan keselamatan yang ketat.
PMI Kabupaten Agam memastikan layanan darurat akan terus berjalan selama kondisi masih belum pulih.
PMI juga mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi susulan karena kondisi cuaca belum stabil. (***)











