Aceh, Kliksumbar – Dua akademisi dari Universitas Esa Unggul dan Universitas Budi Luhur memberikan apresiasi tinggi atas pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) bagi korban bencana di Aceh.

Mereka menilai upaya ini sebagai wujud nyata kepedulian, tanggung jawab kemanusiaan, dan komitmen bersama untuk memastikan warga terdampak dapat menjalani hidup dengan aman dan layak.

Dr. Iswadi, M.Pd., dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul, menekankan bahwa hunian sementara bukan sekadar tempat berlindung, tetapi juga berperan penting dalam pemulihan fisik, sosial, dan psikologis masyarakat terdampak.

Ia berharap pembangunan ini terus dilanjutkan secara berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi langkah menuju hunian tetap yang lebih layak.

“Dengan menerapkan standar hunian sementara yang sudah teruji pascabencana tsunami Aceh, diharapkan Huntara tidak hanya menjadi tempat tinggal darurat, tetapi juga mendukung pemulihan yang lebih baik dan bermartabat,” ujar Iswadi.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur, Umaimah Wahid, menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap keberlanjutan pascapembangunan.

“Langkah pemerintah patut diapresiasi, namun perhatian terhadap mata pencaharian masyarakat, seperti sawah yang tertutup lumpur, juga harus diteruskan,” katanya.

Pembangunan Huntara di Kabupaten Aceh Tamiang dimulai pada 24 Desember 2025 dan dalam waktu kurang dari dua minggu telah menunjukkan percepatan signifikan.

Presiden RI Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi pembangunan pada 1 Januari 2026.

Sebanyak 600 unit akan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026 dan diberikan kepada warga terdampak, sementara target keseluruhan mencapai 15.000 unit dalam tiga bulan ke depan.

Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia, menyatakan bahwa Huntara dibangun sesuai standar hunian darurat dengan struktur aman, sanitasi memadai, serta fasilitas pendukung seperti klinik, taman bermain, listrik, dan internet gratis.

“Keberhasilan ini menunjukkan sinergi kuat antara BUMN dan pihak terkait untuk memastikan masyarakat mendapatkan hunian layak secepatnya,” ujar Rosan. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *