Limapuluh Kota, Kliksumbar – Anggota Komisi II DPR RI, Cindy Monica Salsabila Setiawan, akhirnya meninjau langsung kondisi pendidikan di pelosok Sumatera Barat. Ia menembus jalan licin menuju SDN 04 Simpang Kapuak, Jumat (8/5/2026).

Perjalanan menuju sekolah tersebut tidak mudah. Jalan berlumpur dan medan terjal masih menjadi tantangan utama warga setempat.

Kondisi itu membuat Cindy Monica prihatin. Ia menilai banyak siswa daerah terpencil masih berjuang mendapatkan pendidikan layak.

“Hari ini saya melihat langsung perjuangan siswa dan guru. Jalan sulit menjadi bukti keterbatasan fasilitas pendidikan,” ujar Cindy Monica.

Bawa Bantuan Internet untuk Sekolah

Dalam kunjungan itu, Cindy Monica membawa perangkat pendukung akses internet. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah.

Selain itu, perangkat internet diharapkan membantu guru memperoleh akses informasi pendidikan lebih luas. Para siswa juga bisa mengikuti perkembangan teknologi secara bertahap.

“Saya membawa bantuan perangkat internet agar siswa dan guru lebih mudah belajar,” katanya.

Ia menegaskan seluruh pelajar berhak menikmati akses pendidikan yang setara. Menurutnya, perkembangan teknologi tidak boleh hanya dirasakan daerah perkotaan.

Pendidikan Pelosok Jadi Sorotan

Cindy Monica menyebut pendidikan harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu mendorong pemerataan fasilitas pendidikan.

Namun, ia mengingatkan masih banyak sekolah pelosok menghadapi keterbatasan infrastruktur. Kondisi tersebut berpotensi menghambat kualitas pendidikan siswa.

“Tidak boleh ada anak tertinggal karena keterbatasan fasilitas dan akses,” tegasnya.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi perhatian terhadap kondisi pendidikan daerah terpencil di Sumatera Barat. Terutama bagi sekolah yang masih kesulitan mendapatkan akses internet.

Akses Digital Dinilai Sangat Penting

Kemudian, Cindy Monica berharap bantuan tersebut meningkatkan semangat belajar siswa. Ia juga berharap guru lebih mudah mengakses materi pembelajaran digital.

Selain itu, akses internet dinilai penting untuk memperluas wawasan siswa di daerah pelosok. Dengan fasilitas tersebut, proses belajar diharapkan menjadi lebih efektif.

Bantuan itu mendapat respons positif dari pihak sekolah dan masyarakat sekitar. Mereka berharap perhatian terhadap pendidikan pelosok terus berlanjut. (***)

Penulis: Gilang Gardhiolla GusveroEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *