Oleh: Zuhrizul Chaniago 

Tim Pengembangan Desa Wisata 

Sektor pariwisata Indonesia berada di persimpangan penting ketika dunia memasuki 2026. Laporan terbaru dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menyoroti beberapa tren global yang akan mendominasi cara wisata dikemas dan dinikmati sekaligus membuka peluang besar bagi destinasi lokal untuk bangkit lebih kuat.

Dengan target kunjungan wisman 17.6 juta wisatawan dan isu global Green and quality tourism Indonesia terus berbenah dengan membuka jalur penerbangan baru ke beberapa destinasi serta peningkatan pelayanan dengan kesiapan SDM berkualitas guna mewujudkan Penyebaran kunjungan yang terus meningkat ke daerah-daerah baru yang belum terpromosikan secara baik selain 5 destinasi super prioritas nasional ( Borobudur , labuan Bajo, toba , Likupang, Mandalika ) yang jadi tujuan utama yang sesungguhnya penulis kurang setuju dengan hanya fokus 5 destinasi tersebut padahal Indonesia memiliki banyak potensi yang lebih kaya dari 5 destinasi super prioritas tersebut yang mulai jenuh.

Pariwisata Indonesia berada dalam momentum persimpangan. Dibutuhkan strategi yang tepat, masive dan berkelanjutan guna merubah citra Pariwisata Indonesia dari Mass Tourism menjadi Quality Tourism berbasis Pengalaman mendalam dan berkesan di destinasi – destinasi baru dan aksesibility baru untuk peningkatan jumlah kunjungan dan lama kunjungan.

Salah satu upaya yang harus di lakukan pemerintah dan masyarakat adalah mewujudkan GERAKAN NASIONAL INDONESIA ASRI yang di sampaikan oleh Presiden Prabowo beberapa waktu yang lalu saat pidato di rakornas bersama kepala daerah dan Forkopimda se Indonesia.

Tren Pariwisata dunia 2026 tidak lagi mengunjungi objek wisata tapi wisatawan melakukan perjalanan wisata guna merasakan peradaban suatu daerah dan ingin berlama lama di suatu daerah yang di anggap dapat memberikan keamanan, kenyamanan, kesehatan, kebersihan lingkungan dan udara serta keindahan Alam yang berkesan.

Berikut ada lima tren wisata dunia hari ini yang diprediksi mendominasi pariwisata baik untuk domestic maupun manca negara dan sangat cocok dengan keberagaman alam dan budaya Indonesia

1. Cultural Immersion & Experience-Based Tourism

Wisatawan ingin mencari pengalaman mendalam: budaya lokal, seni tradisi , kuliner lokal , cerita lokal/ story telling Bukan sekadar foto di spot populer di objek wisata, nah untuk itu sangat di butuhkan suasana yang aman, sehat, bersih dan alam yang indah dengan estetika yang tidak di rusak dimana wisatawan ingin merasakan hidup berbaur dan beraktifitas masyarakat, tinggal di pedesaan dengan hotel/villa yang memberikan pengalaman berkesan tak terlupakan karena melihat apa yang belum pernah di lihat, mendengar apa yang belum pernah di dengar dan merasakan apa yang belum pernah di rasakan (gastronomi).

2. Eco-friendly & Sustainable Tourism

Kesadaran terhadap lingkungan , Wisata ramah alam, konservasi,edukasi dan pariwisata hijau menjadi pilihan utama.

Wisatawan akan mencari destinasi yang natural belum tercemar dan mereka akan menjadi bagian dari pihak yang menjaga kelestarian kawasan tersebut.

3. Nature & Adventure-Based Tourism

Wisata minat khusus Petualangan, alam bebas, outdoor activities jadi daya tarik yang diminati ke depannya khususnya segmen Youth Travelling sebab wisatawan tidak hanya melihat tapi ingin terlibat langsung dalam berbagai kegiatan Alam seperti mendaki gunung, surfing, diving, climbing, rafting, caving, river tubbing, cycling, Tandem Parasailing dan lainnya , untuk itu rasa Aman/ keselamatan ( safety ) adalah modal utama bagi penyelenggara wisata petualang.

4. Culinary & Wellness Tourism

Wisata kuliner, estetika lokal, spa, wellness retreats, gaya hidup sehat akan memikat wisatawan , dimana ke depan wisatawan sudah menginginkan imbal balik kesehatan baik fisik maupun mental bahkan sehat spritual sesuai keyakinan masing-masing di suatu tempat yang mendukung keinginan wisatawan tersebut.

5. Hidden Gems & Secondary Home

Wisatawan mulai menghindari destinasi mainstream padat, macet memilih lokasi alternatif yang lebih autentik dan tenang di pedesaan yang asri, sehat dan budaya yang terjaga.

Dari trend wisata dunia hari ini dan ke depan membuat Kenapa GERAKAN NASIONAL INDONESIA ASRI Ini sangat Penting untuk Indonesia.

Sebab Indonesia Miliki Modal Alam & Budaya yang sangat beragam dan memenuhi syarat dari kelima trend wisata dunia ke depan hanya saja masih belum mampu memberikan rasa Aman, budaya hidup yang sehat , alam yang bersih dan Estetika Alam yang tidak di rusak tangan- tangan jahil dan pembangunan pemerintah yang tidak mempertimbangkan estetika suatu daerah untuk tujuan wisata.

Indonesia memiliki 17.000 pulau, puluhan gunung, danau, sungai , lembah , laut , tebing, goa yang merupakan kekayaan alam tak ternilai dan di tambah lagi kekayaan budaya dari Sabang sampai Merauke membuat Indonesia punya daya saing tinggi yang tidak dimiliki negara lain.

Untuk itu penulis ingin memberikan rekomendasi Strategi untuk Pemangku Kepentingan Pariwisata Indonesia.

Berdasarkan trend dan kondisi lokal dengan telah di tabuhnya semangat Gerakan indonesia Asri oleh Presiden Prabowo langsung.

berikut beberapa strategi konkret agar Indonesia bisa maksimal mempersiapkan diri menyambut trend wisata dunia dengan gerakan Indonesia Asri

1. Harus Kembangkan pariwisata berbasis pengalaman (experience-based tourism) dan Edu Tourism

Fokus pada penguatan budaya, sejarah peradaban , cerita lokal, kuliner, wellness bukan hanya spot foto atau resort.

Dukung UMKM dan komunitas lokal

Libatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata, produksi kerajinan, sanggar seni, kuliner, homestay standart hospitality dunia , guide kompeten, dan sarana pendukung lainnya supaya ekonomi masyarakat lokal tumbuh merata.

2. Terapkan praktik wisata ramah lingkungan & berkelanjutan

Konservasi alam dan pengelolaan sampah, edukasi lingkungan menjadi bagian dari tanggung jawab bersama pengelola dan pengunjung yang saling mendukung dimana pengurangan racun / pupuk kimia mulai di kurangi untuk menjaga udara tetap bersih bagi wisatawan dan mulai menerapkan pertanian organik untuk kebutuhan wisatawan

3. Membuat regulasi Standarisasi usaha wisata sesuai dengan turunan Gerakan Indonesia Asri ( aman, sehat, bersih , indah ) dan berikan sanksi peringatan hingga penutupan usaha bagi yang melanggar baik aturan umum maupun aturan nilai – nilai adat dan tradisi yang di pertahankan

4. Tingkatkan kapasitas dan pelayanan SDM pariwisata yang kompeten dengan pelatihan sertifikasi kompetensi di berbagai bidang bagi pelaku wisata dan berikan sanksi bagi pelaku wisata yang tidak miliki sertifikasi dalam melayani wisatawan

5. Membangun Pariwisata berbasis Pengurangan resiko bencana dan ketahanan Pangan Rasa Aman bagi wisatawan adalah hal utama dalam promosi wisata sebab setiap daerah baru yang akan di kunjungi pasti yang pertama di nilai masaalah keamanan termasuk dari resiko bencana serta ketersediaan pangan bila terjadi bencana , ini sangat penting bagi wisatawan dimana masyarakat lokal mulai menanam apapun yang di sukai wisatawan seperti tanaman kebutuhan carbo , buah-buahan dan sayuran.

 

Kesimpulan

Indonesia berada di era penuh potensi. Aman dari isu perang dan geopolitik yang relatif stabil , Tren wisata global membuka banyak peluang dari wisata alam, budaya, Dengan modal kultur, alam, dan semangat kolaborasi terintegrasi , kita bisa menjadikan Indonesia destinasi unggulan dunia. Tugas kita bersama: menjunjung tinggi nilai keberlanjutan, menciptakan rasa Aman , menjaga lingkungan yang Sehat , kesadaran atas budaya Bersih di setiap sudut daerah ( bukan hanya di objek wisata / hotel ) dan Menata kembali daerah dengan estetika bernilai agar terlihat Indah dan nyaman di pandang Mata disamping menyiapkan komunitas lokal yang sadar wisata dan kompeten menyambut wisatawan dengan keramahan, kompetensi Karena masa depan pariwisata dunia bukan lagi mengunjungi objek wisata tapi mereka ingin merasakan peradaban suatu daerah yang menjadi warisan yang lestari, alam yang terjaga dan konservasi berkelanjutan,

Dari semua itu GERAKAN NASIONAL INDONESIA ASRI yang di canangkan oleh Bapak Presiden Prabowo Adalah solusinya.

Penulis adalah member of Forum East Asia Latin Amerika For sustainable tourism ethhic ( FEALAC ) dan ASOSIASI EXPERIENTIAL LEARNING INDONESIA

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *