Padang, Kliksumbar – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumbar, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar, dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumbar menerima Piagam Penghargaan Kebencanaan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana, Minggu (26/4/2026).
Penyerahan penghargaan berlangsung di Auditorium Istana Gubernur Sumbar, Kota Padang. Pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada enam organisasi media dan wartawan yang aktif membantu penyebaran informasi saat bencana hidrometeorologi akhir 2025.
Selain SMSI, PWI, dan IJTI, penghargaan juga diterima Pewarta Foto Indonesia Sumbar, Aliansi Jurnalis Independen Padang, serta Asosiasi Media Siber Indonesia Sumbar.
Piagam Penghargaan Kebencanaan untuk SMSI Provinsi Sumbar diterima langsung oleh Ketua Zulnadi, SH. Sedangkan untuk PWI Sumbar diterima oleh Ketua Widia Navies, untuk IJTI Sumbar diterima oleh Ketua Defri Mulyadi Imung, dan untuk PFI diterima oleh Ketua Arief Pribadi. Sedangkan perwakilan AJI dan AMSI tidak hadir.
Peran Media Saat Bencana
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sumbar Ahmad Zakri mewakili gubernur saat penyerahan penghargaan. Ia menilai media memiliki peran penting ketika bencana terjadi.
“Kita berterima kasih kepada teman-teman pers dan teman media yang sangat aktif meliput bencana hingga tanggap darurat dan rekonstruksi, bahkan mungkin saja ada di antara insan jurnalis yang justru sebenarnya menjadi korban atau terdampak bencana,” ujar Ahmad Zakri.
Ia menjelaskan media tidak hanya menyampaikan kondisi lapangan secara akurat, tetapi juga membantu menginformasikan penanganan pascabencana serta mendorong masyarakat dan berbagai pihak untuk menyalurkan bantuan.
SMSI Sumbar Sampaikan Apresiasi
Ketua SMSI Sumbar Zulnadi menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Pemprov Sumbar. Ia menilai piagam tersebut merupakan bentuk penghormatan bagi wartawan yang bekerja siang dan malam saat bencana melanda.
“Sumatera Barat termasuk provinsi yang rentan dengan bencana alam. Tidak saja gempa bumi, tetapi juga bencana hidrometeorologi akibat cuaca dan iklim ekstrem seperti hujan tinggi, angin kencang, serta suhu yang dipengaruhi siklus hidrologi. Jenis bencana ini meliputi banjir, longsor, puting beliung, kekeringan, dan gelombang tinggi. Karenanya masyarakat kita harus selalu siap dan waspada, inilah inti dari peringatan HKB ini,” jelas Zulnadi didampingi Sekretaris Gusfen Khairul saat menerima penghargaan tersebut.
Simulasi Evakuasi dan Sirene Tsunami
Dalam rangkaian kegiatan HKB 2026, BPBD Sumbar bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana menggelar simulasi evakuasi mandiri dengan skenario gempa bumi.
Selanjutnya, tepat pukul 10.00 WIB, panitia melakukan penekanan tombol sirene Early Warning System (EWS) tsunami yang terhubung secara nasional dengan kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Jakarta.
Kepala Pelaksana BPBD Sumbar Era Sukma Munaf berharap kegiatan itu membangun budaya siaga bencana di tengah masyarakat.
“Kenali early warning system dan ikuti standar penyelamatan diri saat terjadi bencana, serta patuhi petunjuk evakuasi yang telah ada,” tambahnya. (***)











