Padang, Kliksumbar – Langkah hidup Dr. Efa Yonnedi tak pernah benar-benar lurus. Ia berliku, melintasi nagari kecil di Kabupaten Lima Puluh Kota hingga lorong-lorong akademik dunia di Inggris. Namun, satu hal tak pernah berubah: keyakinannya bahwa pendidikan adalah jalan terbaik untuk mengubah nasib.
Kini, keyakinan itu bermuara di Kampus Limau Manis. Sejak 20 November 2023, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., CA resmi mengemban amanah sebagai Rektor Universitas Andalas (Unand) periode 2023–2028. Ia datang bukan sekadar sebagai pemimpin administratif, tetapi sebagai simbol perjalanan panjang seorang anak nagari yang pulang membawa pengalaman global.
Anak Nagari yang Menembus Dunia
Efa Yonnedi lahir di Nagari Jopang, Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada 2 Mei 1972. Ia tumbuh dalam budaya Minangkabau yang menjunjung tinggi pendidikan dan kerja keras. Sejak muda, ia telah menanamkan mimpi besar, meski berasal dari kampung yang jauh dari hiruk-pikuk kota besar.
Mimpi itu mulai menemukan bentuk ketika ia diterima di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Andalas. Di kampus inilah fondasi intelektualnya dibangun. Prestasinya menonjol. Ia tercatat sebagai penerima beasiswa Yayasan Supersemar dan Bank Nagari—penanda awal bahwa jalannya di dunia akademik bukan jalan biasa.
Menimba Ilmu hingga Mancanegara
Rasa haus akan pengetahuan membawa Efa melangkah lebih jauh. Tahun 2002, ia meraih gelar Master of Public Policy and Management dari Monash University, Australia. Namun pencapaian itu belum cukup. Ia kembali mengemas koper, kali ini menuju Inggris.
Di University of Manchester, Efa menyelesaikan studi doktoralnya pada 2007. Disertasinya mengupas dampak privatisasi dan kinerja organisasi di Indonesia—tema yang mempertemukan dunia akademik dengan realitas kebijakan publik. Dari Manchester, ia tak hanya membawa gelar doktor, tetapi juga perspektif global yang kelak mewarnai kepemimpinannya.
Dari Ruang Kelas ke Kursi Rektor
Sekembalinya ke tanah air, Efa memilih pulang dan mengabdi. Sejak 1996, ia telah menjadi dosen PNS di Universitas Andalas. Kariernya tumbuh dari bawah: Ketua Jurusan Akuntansi, berbagai posisi strategis fakultas, hingga akhirnya dipercaya sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unand pada 2020.
Puncaknya terjadi pada 31 Oktober 2023. Dalam pemilihan rektor yang ketat dan kompetitif, Efa Yonnedi berhasil meraih suara terbanyak, mengungguli kandidat kuat lainnya, termasuk dua profesor senior. Kepercayaan itu menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan hidupnya—dari dosen menjadi nahkoda universitas tertua di luar Pulau Jawa.
Akademisi yang Menyentuh Dunia Praktik
Keunggulan Efa Yonnedi terletak pada kemampuannya menjembatani teori dan praktik. Ia bukan akademisi menara gading. Namanya dikenal di dunia profesional, khususnya sektor keuangan dan kebijakan publik.
Ia pernah menjadi konsultan paruh waktu Bank Dunia di Jakarta (2010–2013), memperkaya wawasannya tentang tata kelola dan pembangunan. Di Bank Nagari, ia dipercaya sebagai Komisaris Independen hingga menjabat Komisaris Utama pada periode 2014–2018. Perannya berlanjut di PT Asuransi Bangun Askrida sebagai Komisaris Utama sejak 2018.
Pengabdian dan Apresiasi
Di luar jabatan formal, Efa aktif dalam organisasi profesi. Ia pernah memimpin Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Barat serta menjadi Koordinator Regional Sumatera Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI).
Dedikasinya sebagai abdi negara selama lebih dari dua dekade mendapat pengakuan negara. Pada 2018, Presiden Republik Indonesia menganugerahinya Satyalancana Karya Satya 20 Tahun.
Harmoni di Balik Layar
Di balik kesibukan dan prestasinya, Efa Yonnedi memiliki ruang pulang yang hangat. Ia didampingi sang istri, Dr. Laila Isrona, seorang dokter sekaligus dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Keduanya membangun sinergi sebagai pasangan akademisi, menjadi teladan bahwa ilmu, keluarga, dan pengabdian dapat berjalan beriringan.
Dari Nagari Mungka hingga Manchester, lalu kembali ke Limau Manis, perjalanan Dr. Efa Yonnedi adalah kisah tentang pulang. Pulang membawa ilmu, pengalaman, dan visi besar untuk membawa Universitas Andalas berdiri sejajar di panggung dunia. (***)









