Magelang, Kliksumbar – Permasalahan di banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai bukan bersumber dari kinerja karyawan, melainkan dari pola kepemimpinan di level atas. Penilaian tersebut disampaikan COO Danantara, Dony Oskaria, saat memberikan pembekalan kepada jajaran pimpinan Semen Indonesia Grup (SIG).
Arahan itu disampaikan dalam kegiatan retret yang digelar di Akademi Militer, kawasan kaki Gunung Tidar, Magelang, Selasa (13/1/2025) malam. Kegiatan yang diikuti 163 peserta tersebut dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan.
Dalam pemaparannya, Dony menekankan pentingnya transformasi bagi PT Semen Indonesia agar mampu bertahan dan bersaing. Ia mengingatkan bahwa perubahan merupakan keniscayaan di tengah transformasi besar yang sedang dijalankan Indonesia saat ini.
Ia mengutip pemikiran filsuf Yunani Kuno, Heraclitus, yang menyatakan bahwa tidak ada sesuatu yang abadi selain perubahan. Menurut Dony, perusahaan yang enggan beradaptasi berisiko tergilas oleh kompetitor.
Dony juga mengulas arah kebijakan besar pemerintahan Presiden Prabowo yang menitikberatkan pada ketahanan pangan sebagai langkah awal. Ia menyebut Indonesia kembali menuju swasembada dengan dukungan harga pupuk yang terjangkau serta program pencetakan sawah baru.
Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan ketahanan energi agar ketersediaan energi nasional terjaga tanpa ketergantungan pada impor. Aspek ketahanan sumber daya manusia turut menjadi perhatian, melalui upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, pemerataan pendidikan, serta penciptaan lapangan kerja. Program Makan Bergizi Gratis, sekolah rakyat, cek kesehatan massal, dan pembukaan lapangan kerja menjadi bagian dari langkah tersebut.
Berbicara khusus mengenai Semen Indonesia, Dony menilai perusahaan memiliki ruang besar untuk berkembang jika berani melakukan perubahan mendasar. Ia menegaskan pola pertumbuhan ekonomi yang timpang tidak boleh terulang.
Berdasarkan temuan dan analisis Danantara, Dony menyebut banyak BUMN besar yang awalnya sehat, namun perlahan melemah hingga akhirnya kolaps akibat kesalahan di tingkat pimpinan. Ia menekankan pentingnya menjalankan perusahaan sesuai norma yang benar tanpa perlu memanipulasi laporan.
Menurut Dony, peran CEO sangat menentukan arah perusahaan. Seorang pemimpin harus mampu menjelaskan ke mana perusahaan akan dibawa, memahami posisi perseroan saat ini, serta menyusun langkah strategis untuk mencapai tujuan tersebut tanpa ketergantungan pada konsultan.
Ia juga mengingatkan bahwa pimpinan perusahaan tidak boleh berjarak dengan kondisi lapangan. Ketika direksi terlalu nyaman bekerja dari balik meja kantor dan jauh dari realitas operasional, potensi masalah dalam perusahaan akan semakin besar.
Dony menegaskan pentingnya visi yang tajam dari seorang CEO, yang mampu dikomunikasikan kepada seluruh karyawan dan dikawal secara konsisten dengan keterlibatan langsung di lapangan.
Direktur Utama Semen Indonesia, Indrieffouny Indra, menyatakan arahan yang disampaikan Dony Oskaria akan dijadikan sebagai CEO Notes dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Ia menilai masukan tersebut penting, terutama dalam menjaga dan mempertahankan pasar di tengah persaingan yang semakin ketat. (***)











