Padang, Kliksumbar – Anggota DPD RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menegaskan Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan wujud kehadiran negara dalam menjamin hak dasar pendidikan bagi anak-anak.
Ia menyebut bantuan tersebut tidak sekadar bersifat finansial, tetapi menjadi penopang keberlanjutan pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu.
Penegasan itu disampaikan Irman saat menyalurkan beasiswa PIP kepada 2.008 siswa jenjang SD, SMP, dan SMK di Sumatera Barat. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp1,205 miliar dan tersebar di 13 kabupaten dan kota.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan kepada 21 siswa di Lapangan SMP Negeri 3 Padang, Rabu (7/1/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Camat Padang Barat, lurah setempat, serta unsur pendidik.
Irman menyampaikan, PIP bertujuan memastikan siswa dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkelanjutan. Menurutnya, pendidikan harus menjadi prioritas utama, terutama saat daerah masih dalam proses pemulihan pascabencana galodo dan banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah Sumbar akhir November lalu.
“Bencana bisa merusak fisik daerah dan itu dapat dibangun kembali. Namun, bencana tidak boleh memadamkan harapan dan semangat anak-anak. Pemulihan sejati terjadi saat mereka tetap belajar dan bermimpi,” ujar Irman.
Anggota Komite I DPD RI itu menilai perlindungan terhadap pendidikan anak menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan sosial dan menyiapkan pemulihan jangka panjang daerah. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penyaluran PIP agar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Irman menyatakan akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan di Sumatera Barat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perwakilan daerah di tingkat nasional menjadi kunci efektivitas program pembangunan, termasuk sektor pendidikan.
Pada 2026, Irman menargetkan seluruh kabupaten dan kota di Sumbar dapat memperoleh alokasi Kartu Indonesia Pintar secara optimal.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan Pemerintah Kota Padang memiliki sejumlah program pendukung pendidikan, seperti Kartu Padang Pintar dan Padang Juara. Program tersebut ditujukan agar tidak ada anak yang putus sekolah karena kendala ekonomi.
“Kami siapkan skema khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dan peluang bagi siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri. Bantuan PIP sangat membantu meringankan beban keluarga,” kata Maigus.
Kepala SMP Negeri 3 Padang, Rika Susiwaty, menyampaikan bahwa sebagian dari 21 siswa penerima simbolis merupakan yatim dan piatu, serta ada yang meraih prestasi juara pertama di sekolah. Menurutnya, latar belakang keluarga tidak mengurangi semangat belajar siswa.
“PIP memberi harapan baru bagi anak-anak untuk meraih cita-cita. Apalagi Pak Irman Gusman merupakan alumni SMPN 3 Padang, hal ini menjadi motivasi tambahan bagi siswa,” ujarnya. (***)











