Aceh Tamiang, Kliksumbar – PT Nindya Karya memastikan pembangunan hunian sementara atau huntara korban banjir Aceh Tamiang berjalan sesuai target pemerintah.
Hingga akhir Desember 2025, PT Nindya Karya memastikan 204 unit huntara siap dihuni dan menjadwalkan peresmian oleh Presiden RI pada 1 Januari 2026.
Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah, mengatakan proyek ini merupakan hasil kerja bakti tujuh BUMN Karya.
Pemerintah memberikan penugasan langsung dengan tenggat waktu sangat terbatas.
Terkait progres pembangunan, Firmansyah menjelaskan seluruh tim bekerja intensif sejak hari pertama.
Cuaca sempat menghambat pekerjaan, namun percepatan langsung dilakukan.
“Meskipun hujan sempat menghambat dan mundur dua hari, progres tetap berjalan baik,” ujar Firmansyah, Senin (29/12/2025).
Selanjutnya, ia menjelaskan total huntara yang dibangun mencapai 600 unit.
Pembangunan tersebut menjadi bagian pemulihan pascabencana banjir Aceh Tamiang.
Huntara tersebut disiapkan untuk memindahkan warga dari tenda pengungsian.
Pemerintah ingin warga segera menempati hunian lebih layak dan aman.
“Huntara ini kami rancang agar langsung bisa dihuni masyarakat terdampak,” ujarnya.
Dari sisi konstruksi, Firmansyah memastikan bangunan memiliki kekuatan memadai.
Tim menggunakan sistem ompak sebagai fondasi bangunan.
Sementara itu, kolom dan atap menggunakan material baja ringan.
Material tersebut dinilai tahan karat dan memungkinkan pengerjaan cepat.
“Baja ringan memungkinkan pekerjaan cepat tanpa mengorbankan kualitas,” jelasnya.
Selain bangunan utama, kawasan huntara dilengkapi fasilitas pendukung.
Pemerintah menyiapkan musala, kamar mandi umum, klinik, serta area bermain anak.
Selain itu, tim juga menambahkan penataan lingkungan dan area bermain.
Fasilitas tersebut ditujukan mendukung pemulihan mental anak pascabencana.
“Kami menambahkan landscaping dan playground untuk kenyamanan warga,” tambahnya.
Untuk menjaga keamanan, seluruh kawasan huntara akan dipagari.
Konsep kawasan dirancang sebagai satu kompleks terpadu.
Setiap unit huntara memiliki satu kamar.
Sementara itu, kamar mandi disiapkan secara terpisah di area umum.
Menjelang Ramadan 2026, fasilitas ibadah menjadi perhatian utama.
Pemerintah ingin warga menjalankan ibadah dengan nyaman.
“Kami ingin masyarakat bisa beribadah dengan tenang saat Ramadan,” katanya.
Lebih lanjut, Firmansyah mengungkapkan rencana pembangunan hunian tetap.
Pemerintah menyiapkan lokasi huntap di seberang kawasan huntara.
“Insya Allah, 204 unit huntara siap diresmikan Presiden 1 Januari 2026,” tutup Firmansyah. (***)











