Padang, Kliksumbar – Pencabutan status tanggap darurat bencana di Sumatera Barat membawa harapan baru bagi sektor pariwisata.

Aktivitas wisata diperkirakan kembali normal selama libur Natal dan Tahun Baru atau Nataru.

Penggiat pariwisata Sumatera Barat, Zuhrizul, menilai kondisi daerah sudah kondusif bagi wisatawan.

Ia menyebut sebagian besar wilayah Sumbar aman dan siap menerima kunjungan wisata.

Zuhrizul menjelaskan, akses jalan antarkabupaten dan kota kembali terhubung.

“Selain itu, jalur darat dari provinsi tetangga juga berfungsi normal,” ujarnya.

“Akses dari Riau, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Utara tidak mengalami gangguan,” tambahnya.

Menurutnya, kondisi ini memberi rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.

“Wisatawan dapat kembali berlibur ke Sumbar tanpa kekhawatiran akses transportasi,” tuturnya.

Zuhrizul menambahkan, banyak daerah wisata tidak terdampak bencana.

Kawasan tersebut meliputi Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Bukittinggi, Tanah Datar, Limapuluh Kota, Sawahlunto, dan Sijunjung.

Ia juga menegaskan, Kota Padang hanya terdampak di wilayah pinggiran.

“Aktivitas di pusat kota tetap normal dan kondusif bagi wisatawan,” tambahnya.

Untuk akses utama, Zuhrizul memastikan Jalan Sitinjau Lauik semakin nyaman dilalui.

Pemerintah Provinsi bersama TNI terus melakukan pengamanan dan perbaikan jalan.

Selain itu, jalur Lembah Anai menuju Bukittinggi kembali dibuka.

Arus lalu lintas di jalur tersebut terpantau lancar dan aman.

Meski demikian, Zuhrizul mengakui masih ada satu hingga dua nagari dalam tahap pemulihan.

Namun, ia meminta masyarakat tidak larut dalam situasi kebencanaan.

Ia menegaskan, fakta menunjukkan wisatawan tetap bisa menikmati liburan di Sumbar.

Menurutnya, tidak semua wilayah terdampak banjir bandang.

Zuhrizul menyebut Maninjau masih membutuhkan perhatian khusus.

“Namun, kawasan tersebut tidak mewakili kondisi pariwisata Sumbar secara keseluruhan,” jelasnya.

Ia berharap kebangkitan pariwisata mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, terhentinya roda ekonomi juga menjadi bagian dari dampak bencana, ujarnya. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *