Padang, Kliksumbar – Upaya pemulihan pascabanjir bandang kembali dilakukan di kawasan Guo, Kuranji, Kota Padang.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mengerahkan alat berat untuk menormalisasi aliran Sungai Guo, Sabtu (28/11/2025).
Langkah ini diambil karena aliran sungai masih menyimpang dan dikhawatirkan kembali mengarah ke permukiman warga.
Saat meninjau lokasi, Andre menjelaskan kondisi terkini sungai yang belum stabil.
“Hari ini kita kembali ke Guo, Kampung Tanjung, karena warga masih was-was dengan aliran sungai pascabanjir. Semoga alat berat ini bisa membantu menormalisasi kembali sungai agar tidak membahayakan. Ini akibat pembalakan liar, penyebab utama banjir dan galodo,” ujar Andre.
Selain meninjau pengerjaan alat berat, Andre kembali menegaskan perlunya tindakan tegas aparat.
Dalam kesempatan tersebut, ia meminta Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, untuk memimpin langsung Forkopimda dalam penindakan pembalakan liar.
Menurutnya, praktik ilegal itu menjadi pemicu utama bencana galodo yang melanda beberapa titik, termasuk Batang Guo.
Ia juga menekankan perlunya koordinasi menyeluruh.
Andre meminta Gubernur Mahyeldi segera menghadirkan jajaran terkait guna mempercepat penindakan.
Selain itu, ia mendesak Kapolda Sumbar dan Pangdam agar mengusut jaringan pembalakan liar hingga tuntas.
“Jika tidak diselesaikan serius, saya akan memimpin RDP. Kami sudah memiliki bukti pembalakan liar di lokasi terdampak,” tegas Andre.
Lebih lanjut, Andre menyoroti pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur pencegahan bencana.
Ia menyampaikan bahwa anggaran irigasi direncanakan cair pada 2026 melalui program Sumber Daya Air di bawah Balai Wilayah Sungai.
Anggaran itu diharapkan dapat memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan rawan.
Sementara itu, Anggota DPRD Padang Dapil 2 Kuranji, Wahyu Hidayat, menyampaikan perkembangan pengerjaan alat berat.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menurunkan ekskavator PC 200 untuk bekerja dalam beberapa hari ke depan.
“Ekskavator ini akan mempercepat normalisasi Sungai Batang Guo. Ini jawaban atas permintaan warga kepada Pak Andre sebelumnya,” jelas Wahyu.
Dengan adanya langkah normalisasi serta dorongan penegakan hukum terhadap pembalakan liar, masyarakat berharap ancaman banjir dapat ditekan.
Upaya ini sekaligus menjadi langkah awal memperbaiki ekosistem sungai yang rusak serta memperkuat mitigasi bencana di wilayah Kuranji dan sekitarnya. (***)











