Jakarta, – Masril Koto, sosok yang dikenal sebagai pakar pemberdayaan masyarakat, resmi diangkat menjadi Komisaris PT Garam pada Kamis, (23/1/2025).
Penunjukan ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor 15/MBU-2025 dan Keputusan Dirut PT Rajawali Nusantara Indonesia Nomor 10/Kep.ps/RNI.01/I/2024.
Keesokan harinya, Jumat siang, Masril langsung melakukan pertemuan penting dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono.
Dalam pertemuan itu, Menteri Trenggono menyampaikan visi besar yang harus diemban oleh PT Garam.
“Program swasembada garam yang diamanahkan Presiden Prabowo harus terealisasi pada akhir 2025,” ujar Trenggono dengan tegas.
Ia juga menyebutkan bahwa kehadiran Masril Koto bersama jajaran komisaris dan direksi PT Garam adalah langkah strategis untuk mencapai target tersebut.
Bagi Masril Koto, yang akrab disapa Maskot, penunjukan ini adalah momen luar biasa.
Pria kelahiran Agam, Sumatra Barat, ini tak pernah membayangkan menjadi bagian dari BUMN sebesar PT Garam.
“Ada kebanggaan sekaligus tantangan besar di depan. Tapi saya optimis, dengan kerja keras dan kolaborasi, kita bisa mencapai swasembada garam,” kata Masril.
Sebagai figur pemberdayaan, Masril dikenal dengan gagasan-gagasan inovatifnya. Banyak pihak menilai penunjukannya sebagai keputusan yang tepat.
Lebih lanjut, Cuitan dan pemikirannya yang “out of the box” sering menjadi solusi dari berbagai persoalan kompleks untum mengambil kebijakan.
Anggota DPRD Limapuluh Kota, Benni Okva Della, turut memberikan dukungan kepada Masril.
“Indonesia punya potensi besar untuk swasembada garam. Kolaborasi antara PT Garam dan masyarakat pesisir adalah kuncinya,” ungkap Benni.
Ia optimis bahwa pengalaman dan kepemimpinan Masril akan membawa dampak positif bagi industri garam nasional.
Dalam pertemuan di KKP, Menteri Trenggono menegaskan bahwa swasembada garam adalah prioritas nasional.
Ia percaya bahwa Masril Koto bersama tim komisaris dan direksi akan mampu menggerakkan PT Garam ke arah yang lebih baik.
“Kehadiran Pak Masril adalah nilai tambah besar bagi perusahaan. Saya yakin visi Presiden akan tercapai,” tegasnya.
Penunjukan Masril Koto menjadi sorotan berbagai kalangan.
“Kita butuh orang seperti beliau, yang bisa menyatukan visi dan misi antara masyarakat dan pemerintah,” ujar Benni.
Dengan potensi sumber daya alam Indonesia yang melimpah, swasembada garam bukanlah mimpi yang mustahil.
Kunci utama keberhasilan terletak pada kolaborasi antara PT Garam, pemerintah, dan masyarakat pesisir.
Masril Koto diharapkan mampu membawa inovasi dan semangat baru dalam mewujudkan target besar ini.
Pemerintah optimis, melalui strategi yang matang dan kerja sama yang solid, Indonesia bisa mengakhiri ketergantungan impor garam dalam waktu dekat. (***)











