Padang, – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat (Sumbar) menyelenggarakan Rapat Konsolidasi Daerah (Rakorda) di auditorium UNP, (18-20/1/2025).
Acara ini menghadirkan KPU Provinsi, KPU kabupaten/kota, serta Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
Ketua KPU Sumbar, Surya Efitrimen, menjelaskan bahwa Rakorda menjadi momen penting untuk menilai keberhasilan dan kendala dalam pelaksanaan pilkada.
“Selama tahapan pilkada, ada yang berjalan baik, tetapi juga masih ada perbaikan. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan penyelenggaraan berikutnya lebih baik,” ujar Surya.
Surya juga menyoroti rendahnya partisipasi pemilih dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar 2024 yang hanya mencapai 57,15 persen.
Kota Sawahlunto mencatat partisipasi tertinggi sebesar 79,09 persen, sementara Kota Padang menjadi yang terendah.
“Faktor-faktor penyebab rendahnya partisipasi ini perlu dikaji lebih dalam melalui riset,” tambahnya.
KPU Sumbar berkomitmen untuk menggali data dan mencari solusi terbaik agar kehadiran pemilih dapat meningkat di masa depan.
Rakorda yang melibatkan jajaran KPU dari berbagai tingkatan juga bertujuan untuk menyusun strategi perbaikan yang efektif.
Walaupun masih ada 11 daerah yang bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK), proses evaluasi tetap dilaksanakan tanpa hambatan.
Surya mengimbau Badan Adhoc untuk terus berkontribusi dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat meskipun masa tugas mereka akan berakhir pada 27 Januari 2025.
“Pendidikan politik sangat penting agar masyarakat lebih peduli pada proses pengambilan kebijakan publik. Keterlibatan aktif warga negara dapat memperkuat kualitas demokrasi,” kata Surya.
Dengan adanya evaluasi yang komprehensif, KPU optimis kualitas penyelenggaraan pemilu di Sumatera Barat dan Indonesia secara keseluruhan dapat semakin meningkat. (***)











