Padang, – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi bersama Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, sepakat memperkuat sinergi demi mendukung keamanan, kenyamanan, serta pembangunan berkelanjutan di provinsi tersebut.
Langkah ini dianggap penting untuk menjawab tantangan yang semakin kompleks di masyarakat.
Mahyeldi menyatakan bahwa selama ini peran Polri sangat dirasakan masyarakat Sumbar.
Dukungan yang diberikan Polda Sumbar terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan terciptanya ketenteraman menjadi bukti nyata kontribusi Polri.
“Kami berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan Polda Sumbar hingga jajaran Polres dan Polsek di seluruh daerah. Sinergi ini vital bagi keberhasilan pembangunan dan keamanan masyarakat,” ungkapnya, Senin, di Padang.
Di sisi lain, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot, menyampaikan bahwa ia membawa amanah langsung dari Kapolri untuk meningkatkan sinergi antara Polri dan Pemerintah Provinsi Sumbar.
Ia berharap koordinasi yang telah terjalin semakin solid, membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sebagaimana arahan Kapolri, Polri berkomitmen untuk mendukung program pemerintah, termasuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Sumbar. Fokus utama kami mencakup penanganan tambang ilegal, tawuran remaja, hingga persiapan menjelang Ramadhan,” tegas Gatot.
Kapolri, melalui Irjen Pol Gatot, juga menitipkan sejumlah arahan strategis, termasuk memastikan perlindungan bagi masyarakat dan mendukung keberlanjutan program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, isu pertambangan dan kenakalan remaja menjadi perhatian khusus.
“Polisi harus hadir memberikan rasa aman. Kami juga mendukung pariwisata Sumbar melalui rencana pembangunan Sekolah Polisi Wanita (Polwan) di Bukittinggi. Untuk itu, dukungan dari Pemprov Sumbar sangat dibutuhkan, terutama terkait penyediaan lahan,” kata Gatot.
Mahyeldi merespons positif rencana tersebut.
Ia menegaskan bahwa Pemprov Sumbar telah meminta jajarannya untuk mengelola aktivitas pertambangan secara lebih ketat, agar sesuai dengan hukum yang berlaku.
Selain itu, masalah sosial seperti tawuran remaja dan pengelolaan gelandangan menjadi perhatian pemerintah.
“Terkait pembangunan Sekolah Polwan, kami sangat mendukung. Penyediaan lahan akan segera kami koordinasikan dengan pemerintah kabupaten/kota,” jelas Mahyeldi.
Dalam upaya mendukung pariwisata, Polda Sumbar juga mengusulkan berbagai program strategis yang sejalan dengan potensi lokal.
Salah satu upaya penting adalah menciptakan rasa aman bagi wisatawan melalui sinergi antara Polri dan pemerintah daerah.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Sumbar sebagai destinasi wisata unggulan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (***)











