Padang, – Rute udara Padang-Singapura yang akan dibuka kembali pada 6 Januari 2025 oleh maskapai Scoot memunculkan harapan besar bagi pariwisata Sumatra Barat.

Namun, pertanyaan kritis muncul: Mampukah Sumbar menjadi destinasi wisata pilihan bagi wisatawan Singapura?

Salah satu tantangan besar yang harus diatasi adalah minimnya fasilitas rest area yang memadai.

Banyak lokasi wisata di Sumbar, seperti Lembah Anai dan Puncak Paku di Mandeh, memiliki fasilitas yang kurang layak, terutama toilet.

Pakar pariwisata Sumbar, M. Zuhrizul, mengingatkan pentingnya amenity berkualitas tinggi.

“Wisatawan Singapura, termasuk orang asing di sana, sangat sensitif terhadap fasilitas yang higienis, bukan hanya bersih. Sekali mereka kecewa, Sumbar bisa di-blacklist dari daftar destinasi wisata,” ujar Zuhrizul, Minggu (29/12/2024).

Ketika Tiger Airways dan AirAsia membuka rute Singapura-Padang sebelumnya, kedua maskapai tersebut harus menutup jalur tersebut karena sepinya penumpang.

Salah satu penyebab utama adalah kurangnya perhatian terhadap kebutuhan wisatawan, seperti fasilitas umum yang memadai dan estetika tempat wisata.

Agar rute Scoot ini sukses, Zuhrizul mengusulkan pembenahan serius di lokasi-lokasi strategis seperti Kebun Teh Alahan Panjang dengan area parkir yang nyaman, kios kuliner permanen, dan toilet kelas bintang.

Lalu di Lembah Anai dengan penggantian toilet sementara dengan toilet kering yang higienis, serta penataan pedagang lokal agar lebih rapi dan menarik.

“Jika wisatawan harus menggunakan toilet dengan pintu seng yang tidak layak, ini akan berdampak buruk pada reputasi kita,” lanjutnya.

Lembah Anai, dengan air terjun ikoniknya, selalu menjadi pilihan agen travel untuk singgah dan berfoto.

Namun, banyak wisatawan yang kecewa dengan kondisi toilet dan lingkungan sekitar, hal ini menjadi masalah serius yang membutuhkan perhatian segera.

Selain itu, rest area modern dapat mendorong ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM.

Pedagang lokal dapat diberikan kios permanen untuk menjual kuliner khas Minang seperti sate, nasi Padang, dan jagung bakar, sehingga menciptakan pengalaman wisata yang autentik dan nyaman.

Zuhrizul menegaskan bahwa persiapan penerbangan perdana tidak cukup hanya seremoni.

Hal-hal kecil namun vital, seperti kebersihan toilet dan fasilitas pendukung, harus diperhatikan untuk memastikan wisatawan memilih Sumbar sebagai destinasi utama.

Pembukaan kembali rute Padang-Singapura adalah peluang emas bagi Sumatra Barat untuk bangkit sebagai destinasi wisata internasional.

Namun, tanpa persiapan matang, khususnya dalam meningkatkan fasilitas umum, peluang ini bisa menjadi bumerang. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *