Manggarai Barat, Kliksumbar – Tiga entitas InJourney Group menggelar pelatihan peningkatan kapasitas pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan berlangsung pada 10–12 Juni 2026 melalui program InJourney Hospitality House (IHH).
Program tersebut melibatkan PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS), PT Hotel Indonesia Natour (HIN), dan PT Sarinah (Persero). Kegiatan ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) InJourney Group yang berjalan sejak 2024.
Pelatihan bertujuan meningkatkan kompetensi pelaku usaha dan insan pariwisata. Program juga mendukung pengembangan destinasi wisata berkelanjutan di Labuan Bajo yang menjadi salah satu super destinasi pariwisata nasional.
Fokus Tingkatkan Kualitas Layanan Pariwisata
Program InJourney Hospitality House berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia sektor pariwisata. Peserta mendapatkan pelatihan hospitality, komunikasi pelayanan, dan pengelolaan destinasi berkelanjutan.
Selain itu, peserta mengikuti pendampingan dan penguatan kompetensi. Materi tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan wisata sekaligus memperkuat daya saing destinasi nasional.
Kegiatan juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Mereka berasal dari pemerintah daerah, akademisi, praktisi pariwisata, komunitas ekonomi kreatif, pengelola homestay, Badan Usaha Milik Desa, serta lembaga pendamping di Manggarai Barat.
IAS Dorong Keberlanjutan Pariwisata Labuan Bajo
Direktur Utama PT Integrasi Aviasi Solusi, Budi Setyawan Wijaya, menegaskan dukungan penuh terhadap program yang memasuki tahun ketiga tersebut.
“Kami berharap program IHH terus berlanjut dan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kualitas pelayanan pariwisata di Labuan Bajo,” ujarnya.
Menurut Budi, pelatihan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal. Tujuannya untuk menjaga lingkungan sekaligus mendukung pembangunan sektor pariwisata yang ramah lingkungan dan berbasis kearifan lokal.
Kolaborasi InJourney Perkuat Ekonomi Lokal
Direktur Human Capital InJourney Airport, Adi Nugroho, menyatakan kolaborasi antaranggota InJourney dapat memperkuat budaya pelayanan masyarakat.
Ia menilai masyarakat lokal harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan sektor pariwisata di daerahnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sarinah (Persero), Raisha Syarfuan, menegaskan bahwa masyarakat lokal merupakan aset utama dalam membangun daya saing destinasi wisata Indonesia.
“Kami berharap pelaku pariwisata di Labuan Bajo semakin siap menghadirkan pengalaman wisata berbasis budaya lokal dan membuka peluang ekonomi kreatif yang lebih luas,” katanya.
Bangun Pariwisata Berkelanjutan
Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour, Christine Hutabarat, menegaskan bahwa keberlanjutan menjadi prinsip utama pembangunan pariwisata berkualitas.
Menurutnya, manfaat ekonomi, sosial, dan budaya harus dirasakan masyarakat secara berkelanjutan dari generasi ke generasi.
Selain pelatihan hospitality dan service excellence, peserta juga menerima materi customer experience, monitoring program, evaluasi dampak, serta pengembangan local champion sebagai agen perubahan di komunitas.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) InJourney Group. Melalui kolaborasi tersebut, InJourney berupaya menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan di kawasan destinasi wisata prioritas Indonesia. (***)











