Bogor, Kliksumbar – Warga Pabuaran, Desa Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali menggelar kegiatan Pabuaran Berqurban 2026 pada Sabtu, 30 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman Masjid Ciherang Peuntas itu menjadi momentum memperkuat nilai ibadah sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat.
Panitia dan warga menyembelih sebanyak 12 hewan kurban yang terdiri dari sembilan ekor sapi dan tiga ekor kambing. Proses penyembelihan berlangsung secara gotong royong sejak pagi hingga menjelang siang.
Tokoh masyarakat, Abdulloh, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan kurban tahun ini.
“Alhamdulillah, Allah SWT masih memberikan rahmat kepada kami untuk melaksanakan pemotongan hewan kurban pagi ini,” ujar Abdulloh.
Gotong Royong Jadi Kekuatan Warga
Kegiatan Pabuaran Berqurban tidak hanya berfokus pada ibadah kurban. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi wadah memperkuat kebersamaan warga di lingkungan Pabuaran.
Tokoh masyarakat lainnya, Kosim Nurseha, menilai semangat kebersamaan menjadi nilai penting dalam pelaksanaan kurban setiap tahun.
“Ini tidak sekadar ibadah Idul Adha. Kegiatan ini menjadi penguat silaturahmi warga Pabuaran Sukamakmur, Kabupaten Bogor,” kata Kosim.
Menurutnya, keterlibatan warga dalam setiap tahapan kegiatan menunjukkan kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga hingga kini.
Penyembelihan Selesai dalam Waktu Kurang dari Dua Jam
Panitia memulai proses penyembelihan pada pukul 07.45 WIB. Seluruh hewan kurban diproses secara bergantian oleh tim yang telah ditugaskan.
Berkat kerja sama warga, seluruh proses penyembelihan selesai pada pukul 09.30 WIB.
“Alhamdulillah, berkat semangat gotong royong warga, seluruh hewan kurban selesai dipotong tepat waktu. Saat ini kami melakukan pencincangan daging sebelum dibagikan kepada masyarakat,” jelas Abdulloh.
Daging Kurban Dibagikan kepada 1.500 Penerima
Setelah proses pencincangan selesai, panitia mendistribusikan daging kurban kepada sekitar 1.500 penerima kupon.
Penasehat panitia, Adrian, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta kurban yang telah mempercayakan hewan kurbannya kepada panitia.
“Bermaaf-maafan dan berkurban menjadi bagian dari nilai keikhlasan dalam Islam. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta kurban atas kepercayaannya,” ujar Adrian.
Melalui kegiatan ini, warga berharap tradisi Pabuaran Berqurban terus berlangsung setiap tahun sebagai sarana memperkuat kepedulian sosial, kebersamaan, dan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. (***)











