Padang, Kliksumbar – Kemunculan pesawat militer Amerika Serikat di langit Kota Padang sempat viral di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan alasan pesawat tersebut terbang di wilayah Sumatera Barat.
Namun, pihak Bandara Internasional Minangkabau (BIM) akhirnya memberikan penjelasan resmi. Pesawat itu ternyata sedang menjalani uji terbang setelah menyelesaikan proses perbaikan teknis di BIM.
General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, menjelaskan bahwa pesawat militer Amerika Serikat jenis Lockheed C-130T Hercules telah dinyatakan layak terbang setelah menjalani perbaikan selama sepekan.
Pesawat Mendarat Darurat di BIM
Dony mengatakan pesawat tersebut mendarat darurat di BIM pada 25 Mei 2026. Saat itu, pesawat sedang terbang dari Singapura menuju pangkalan militer Diego Garcia di Maladewa.
Pesawat membawa 15 personel militer Amerika Serikat. Namun, kru menemukan gangguan teknis pada mesin nomor tiga saat penerbangan berlangsung.
Akibat gangguan tersebut, pilot memutuskan mendarat di bandara terdekat demi keselamatan penerbangan.
“Pesawat mengalami kerusakan pada mesin nomor 3 saat terbang dari Singapura menuju pangkalan militer Diego Garcia di Maladewa. Karena itu, kru harus melakukan landing di bandara terdekat, yaitu BIM,” kata Dony Subardono.
BIM Libatkan TNI AU dan Kementerian
Selain menangani aspek teknis, pihak bandara juga melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait.
BIM berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan seluruh prosedur keamanan berjalan sesuai aturan.
Pastikan Tidak Ada Pelanggaran Wilayah
Dony menegaskan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan pendaratan terjadi murni karena kendala teknis.
“Kami langsung berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Luar Negeri di pusat untuk proses security clearance,” ujarnya.
Menurutnya, pemeriksaan tersebut memastikan tidak ada indikasi pelanggaran wilayah udara Indonesia maupun aktivitas lain yang melanggar aturan penerbangan internasional.
Sukses Uji Terbang di Langit Padang
Setelah suku cadang khusus tiba dari luar negeri, tim mekanik langsung mengganti komponen yang mengalami kerusakan.
Selanjutnya, pesawat menjalani uji terbang pada Senin, 1 Juni 2026.
Pesawat terbang selama sekitar satu jam di atas perairan barat Kota Padang. Hasil pengujian menunjukkan seluruh sistem kembali berfungsi normal.
Dony memastikan aktivitas tersebut tidak mengganggu operasional penerbangan komersial di Bandara Internasional Minangkabau.
Selain itu, seluruh jadwal penerbangan penumpang tetap berjalan normal selama proses perbaikan berlangsung.
Peristiwa yang sempat viral ini akhirnya terungkap sebagai prosedur teknis penerbangan internasional. Kehadiran pesawat militer Amerika Serikat di BIM tidak terkait pelanggaran wilayah udara Indonesia, melainkan bagian dari penanganan darurat akibat kerusakan mesin. (***)











