Padang, – Supardi, si pejuang pendidikan dan kebudayaan itu vakum dari politik, geliat kebudayaan Sumatera Barat terlihat menurun.
Banyak tokoh budaya merasakan kekosongan itu.
Zulkarnaidi, pamong budaya senior, menyebut Supardi telah memperjuangkan tradisi Minangkabau sejak 2009.
“Saya kenal beliau sejak lama, dan sejak lama itu pula beliau serius memajukan budaya dan tradisi Minangkabau,” ungkap Zulkarnaidi.
Selama menjadi legislator, Supardi rutin mengangkat kesenian yang hampir punah.
Ia menggelar pementasan seni seperti Gamad, Sirompak, Sampelong, dan Tari Podang.
Menurut Zulkarnaidi, jejak digital dapat membuktikan perjuangannya.
“Belum lagi kebijakan anggaran beliau, sangat banyak yang sudah diperbuat,” jelasnya.
Liswandi, tokoh pendidikan, menilai Supardi juga serius mendorong kualitas pendidikan.
“Selama di DPRD Sumbar, ia mendorong banyak kegiatan bidang pendidikan,” katanya.
Ia menyebut politisi asal Payakumbuh itu menjalankan program pemetaan potensi anak, tes IQ pelajar, hingga SMK Expo.
“Beliau jika bicara pendidikan sangat serius,” tegas Liswandi.
Ia menilai mantan Ketua DPRD Sumbar periode 2019-2024 itu punya visi jelas di sektor pendidikan.
Sumatera Barat kehilangan sosok politisi yang berbuat langsung tanpa banyak wacana.
Supardi, dengan rekam jejaknya, menjadi bukti nyata bahwa politik bisa selaras dengan perjuangan budaya dan pendidikan. (***)











