Bogor, Kliksumbar – Pembekalan nilai dasar bela negara menjadi fokus utama pada hari kedua Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara, Bogor, Jumat (31/1/2026).
Materi ini menekankan penguatan etika, sikap profesional, dan kesadaran kebangsaan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Sejak pagi, peserta retret mengikuti olahraga bersama sebagai pembuka rangkaian kegiatan.
Kegiatan tersebut menjaga kebugaran fisik sekaligus memperkuat kebersamaan wartawan dari berbagai daerah.
Selanjutnya, peserta menjalani latihan Peraturan Baris Berbaris.
Latihan ini melatih disiplin, fokus, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam satu komando.
Nilai tersebut dinilai penting untuk membangun karakter wartawan yang profesional dan berintegritas.
Kemudian, peserta menerima pembekalan materi Nilai Dasar Bela Negara.
Materi ini bertujuan memperkuat kesadaran kebangsaan agar wartawan menjalankan fungsi jurnalistik secara bertanggung jawab, berpihak pada kepentingan publik, serta menjaga persatuan bangsa.
Ketua Umum PWI, Akhmad Munir, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan hari kedua dirancang untuk menanamkan nilai fundamental bagi insan pers.
“Hari kedua ini menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan rasa kebersamaan. Wartawan PWI harus memiliki karakter kuat, tidak mudah goyah, serta selalu menempatkan kepentingan bangsa dan masyarakat di atas kepentingan pribadi,” ujar Akhmad Munir.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, menjelaskan bahwa konsep bela negara memiliki keterkaitan langsung dengan peran strategis pers.
“Nilai bela negara bukan bersifat militeristik, melainkan sikap. Wartawan harus memiliki kesadaran kebangsaan, etika, dan integritas agar karya jurnalistik memberi manfaat serta menjaga kepercayaan publik,” jelasnya.
Pada hari yang sama, peserta juga mengikuti sesi pembekalan dari enam pembicara tamu lintas kementerian dan lembaga negara.
Mereka terdiri atas Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Direktur Politik Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri Akbar Ali, serta perwakilan Kementerian Koperasi dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Dari Kementerian Koperasi hadir Staf Ahli Hubungan Antarlembaga Henny Navilah, sedangkan BNPB diwakili Kepala Bidang Komunikasi Kebencanaan Dodi Yoeleva.
Keduanya tampil sebagai narasumber dalam sesi pembekalan.
Melalui retret ini, PWI menargetkan terbentuknya wartawan yang disiplin, berintegritas, dan memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.
Retret ini merupakan tindak lanjut kerja sama Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dengan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir dalam penguatan nilai kebangsaan bagi insan pers. (***)











