Aceh Tamiang, Kliksumbar – Presiden Prabowo Subianto secara khusus menyebut peran diaspora Minang dalam membantu penanganan bencana Sumatera, bahkan menyinggung COO Danantara Dony Oskaria sebagai contoh keterlibatan putra daerah.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berada di lokasi hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
Presiden menyampaikan, bantuan dari diaspora mana pun harus diterima dengan senang hati, termasuk diaspora Aceh, Sumatera Utara, dan Minangkabau.
Hal itu ia sampaikan dalam rapat koordinasi penanganan bencana Sumatera di Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2025).
Prabowo kembali menegaskan bahwa pemerintah telah mengerahkan kekuatan nasional untuk menangani bencana di Sumatera.
Penegasan tersebut, menurutnya, juga pernah disampaikan beberapa kali dan diulang oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno.
Menanggapi perbincangan publik soal status bencana nasional, Presiden menjelaskan bahwa Indonesia memiliki 38 provinsi.
Bencana di Sumatera saat ini berdampak pada tiga provinsi, sementara 35 provinsi lainnya tetap harus mendapat perhatian negara.
“Jadi saudara-saudara masih ada yang mempersoalkan kenapa tidak bencana nasional. Masalahnya adalah kita punya 38 provinsi. Bencana ini berdampak pada 3 provinsi. Masih ada 35 provinsi lain. Kalau sementara 3 provinsi ini sebagai bangsa dan sebagai negara kita mampu menghadapi, kita tidak perlu menyatakan bencana nasional,” kata Prabowo.
Meski demikian, Presiden menegaskan pemerintah memandang bencana Sumatera sebagai persoalan yang sangat serius.
Ia menyebutkan, dari seluruh kabinet, sebanyak 10 menteri hadir langsung dalam penanganan di Aceh Tamiang, sementara menteri lainnya berada di lokasi berbeda.
“Kita memandang sangat serius dan membantu habis-habisan. Kita sudah siapkan anggaran cukup besar untuk mengatasi hal ini,” ujarnya.
Prabowo menekankan, pemerintah tidak akan menolak bantuan dari pihak mana pun yang tulus membantu.
“Kalau ada yang mau bantu silakan, monggo,” katanya.
Presiden juga mencontohkan keterlibatan diaspora Minang yang ingin membantu Ranah Minang.
Ia menyebut Dony Oskaria sebagai orang Minang yang telah berada di Tamiang selama 10 hari dalam dua kali perjalanan untuk mengawasi pembangunan huntara.
“Mungkin orang Minang banyak di Jakarta. Pak Dony kan juga orang Minang,” ujar Prabowo sembari memandang Dony Oskaria.
Selain diaspora Minang, Prabowo menyebut komunitas lain, termasuk dari Jawa dan luar negeri, juga dipersilakan membantu.
Pemerintah, menurutnya, akan menyiapkan mekanisme resmi, termasuk melalui pembukaan rekening oleh pemerintah daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam rapat koordinasi khusus penanganan musibah Sumatera di Tamiang, yang turut dihadiri Gubernur Aceh Muzakir Manaf. (***)











