Jakarta, Kliksumbar – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG mencatat kinerja positif sepanjang Semester I 2026. Perusahaan membukukan pertumbuhan penjualan, pendapatan, dan laba di tengah tekanan industri semen nasional.
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun Instagram resmi SIG, volume penjualan mencapai 18,28 juta ton. Angka tersebut tumbuh 5,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, pendapatan perusahaan meningkat menjadi Rp17,65 triliun. Capaian tersebut naik 13,1 persen secara tahunan.
Kinerja itu menunjukkan kemampuan SIG menjaga pertumbuhan bisnis di tengah persaingan industri dan tantangan ekonomi yang masih berlangsung.
Penjualan Domestik Jadi Motor Pertumbuhan
Pertumbuhan penjualan SIG terutama ditopang pasar domestik. Penjualan dalam negeri meningkat 9,7 persen dibandingkan Semester I 2025.
Kenaikan tersebut didorong oleh segmen semen kantong. Segmen ini tumbuh 11,2 persen dan menjadi penyumbang utama peningkatan volume penjualan.
Peningkatan penjualan juga menunjukkan permintaan semen domestik yang mulai membaik. Kondisi tersebut memberikan sinyal positif bagi industri konstruksi nasional.
Selain memperkuat pasar utama, SIG juga terus memperluas jaringan distribusi. Perusahaan meningkatkan jangkauan retail sales hingga ke lebih banyak toko bangunan.
Strategi Efisiensi Perkuat Kinerja Keuangan
SIG tidak hanya mengandalkan pertumbuhan penjualan. Perusahaan juga menjalankan strategi efisiensi secara konsisten.
Pada Semester I 2026, SIG mencatat EBITDA sebesar Rp2,15 triliun. Sementara itu, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp228 miliar.
Nilai tersebut melonjak 471 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski biaya bahan bakar dan energi meningkat, perusahaan tetap mampu mengendalikan beban pokok pendapatan. SIG juga menjaga arus kas dan struktur permodalan secara optimal.
Hasilnya, beban keuangan bersih turun 34,5 persen. Penurunan itu terjadi seiring berkurangnya utang berbunga perusahaan.
Transformasi Bisnis Berikan Hasil Nyata
SIG menyatakan capaian tersebut berasal dari strategi transformasi bisnis yang dijalankan secara berkelanjutan.
Transformasi dilakukan melalui penguatan pasar mikro, peningkatan jaringan penjualan ritel, penguatan merek di tingkat toko, serta efisiensi operasional.
Selain itu, perusahaan terus memperbaiki pengelolaan arus kas dan struktur permodalan agar lebih sehat dan produktif.
Dalam unggahan resminya, SIG menyebut capaian Semester I 2026 menjadi bukti ketahanan perusahaan menghadapi dinamika industri.
“Capaian Semester I 2026 menjadi bukti ketahanan perusahaan dalam menghadapi dinamika industri,” tulis SIG melalui akun Instagram resminya.
Prospek Industri Dinilai Semakin Positif
SIG optimistis prospek permintaan semen domestik akan terus membaik hingga akhir tahun.
Karena itu, perusahaan berkomitmen melanjutkan transformasi bisnis untuk memperkuat daya saing dan menjaga momentum pertumbuhan.
Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya transformasi BUMN yang berorientasi pada penciptaan nilai tambah bagi negara, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.
Dengan kinerja yang terus membaik, SIG menempatkan diri sebagai salah satu perusahaan semen nasional yang mampu bertahan sekaligus tumbuh di tengah tantangan industri yang dinamis. (***)











