Jakarta, Kliksumbar – PT Integrasi Aviasi Solusi atau InJourney Aviation Services (IAS) resmi menjalin kerja sama pengelolaan enam hotel dengan Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality/HIN). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan performa bisnis serta valuasi aset hotel yang berada di bawah IAS Property dan IAS Support.

Penandatanganan kerja sama operatorship tersebut berlangsung di Sapphire Precious Lounge Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta.

Acara itu dihadiri Direktur Utama IAS Budi Setyawan Wijaya, Direktur Komersial IAS Muchdian Muchlis, Direktur Utama HIN Christine Hutabarat, Direktur Operasi HIN Peter Alexander Fritz, serta jajaran direksi kedua perusahaan.

Direktur Utama IAS Budi Setyawan Wijaya mengatakan kerja sama ini sejalan dengan program streamline yang sedang dijalankan Danantara Aset Manajemen atau Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara.

Menurutnya, HIN dipilih karena memiliki kompetensi inti yang sesuai dengan kebutuhan pengelolaan hotel.

“Kami berharap setelah kerja sama ini ditandatangani, keenam hotel dapat dikelola semakin baik dan berkualitas. Kami percaya HIN mampu mewujudkan hal itu sesuai kompetensi yang dimiliki,” ujar Budi.

Ia menambahkan, sinergi antarentitas di bawah InJourney Group harus terus diperkuat agar memberi dampak lebih besar ke depan.

“HIN dan IAS adalah dua entitas bisnis di bawah InJourney Group. Sudah seharusnya kerja sama ini ditingkatkan dan ke depan semakin berkualitas,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama HIN Christine Hutabarat menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai proses streamlining antar-BUMN akan meningkatkan nilai bisnis dan aset perusahaan negara yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri.

“Saya sepakat dengan Pak Budi Setyawan, bahwa kerja sama ini harus dilakukan dengan semangat gotong royong bersama demi mewujudkan pengelolaan BUMN yang baik dan berdampak bagi negara serta rakyat Indonesia,” ujarnya.

Christine menambahkan, saat ini HIN telah mengelola 176 hotel berbintang di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Dengan tambahan enam hotel milik IAS, jumlah properti yang dikelola HIN meningkat menjadi 182 unit.

“Kerja sama ini menantang kami untuk fokus pada konsolidasi bisnis di bawah Danantara demi mewujudkan target penguatan bisnis BUMN dan streamline yang harus tercapai pada 2026,” katanya.

Adapun enam hotel IAS yang masuk dalam kerja sama tersebut yakni Hotel Cordia Surabaya, Hotel Cordia Makassar, Hotel Cordia Banjarmasin, Hotel Cordia Yogyakarta, Hotel Anara Soetta, serta Hotel Anara Kualanamu.

IAS merupakan subholding dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney yang resmi dibentuk pada 4 Januari 2024. Perusahaan ini merupakan konsolidasi sembilan anak usaha dan fokus pada layanan bandara, logistik, kargo, ground handling, hospitality, operations support, serta properti. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *