Padang, Kliksumbar – Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyoroti penguatan sistem logistik sebagai faktor utama dalam menekan biaya distribusi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat saat meninjau operasional Pelabuhan Teluk Bayur, Jumat (20/2/2026).

Ia menilai pelabuhan utama di pesisir barat Sumatera tersebut memiliki peran strategis sebagai simpul ekonomi yang menghubungkan aktivitas industri daerah dengan jaringan logistik nasional.

Karena itu, efisiensi layanan pelabuhan dinilai menjadi kunci meningkatkan daya saing ekonomi regional.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Arif Suhartono menyambut langsung kunjungan Dony Oskaria bersama jajaran manajemen Pelindo.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Kapolda Sumatera Barat, serta sejumlah pejabat daerah dan pimpinan BUMN lintas sektor.

Selanjutnya, Dony meninjau kesiapan infrastruktur dan layanan kepelabuhanan untuk memastikan arus distribusi barang berjalan efisien.

Ia menegaskan Pelabuhan Teluk Bayur memiliki posisi penting sebagai penggerak perdagangan sekaligus jalur distribusi utama wilayah Sumatera Barat.

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono menjelaskan perusahaan telah menerapkan transformasi digital pada layanan terminal peti kemas guna meningkatkan transparansi, kualitas data, dan efisiensi pelayanan pelanggan.

Langkah tersebut diharapkan mempercepat proses logistik sekaligus meningkatkan daya saing layanan pelabuhan.

Sejalan dengan upaya tersebut, Dony Oskaria menekankan bahwa efisiensi logistik harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan sektor industri daerah agar arus barang tetap seimbang.

“Penurunan biaya logistik harus diikuti dengan pertumbuhan industri di Sumatera Barat, sehingga arus barang masuk dan keluar pelabuhan bisa seimbang,” ujar Dony Oskaria.

Selain meninjau operasional pelabuhan, ia juga menyampaikan dukungan terhadap rencana penataan Pelabuhan Muaro Padang sebagai bagian dari penguatan sistem logistik terpadu di daerah.

“Pelabuhan tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga dapat berkembang sebagai ruang ekonomi dan pariwisata yang mendorong aktivitas UMKM serta memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

General Manager Pelindo Regional 2 Teluk Bayur, Ferrial Dunan Sidabutar, menilai kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pelabuhan sebagai gerbang logistik utama Sumatera Barat.

“Pelabuhan Teluk Bayur memiliki posisi penting dalam mendukung rantai pasok dan distribusi logistik daerah. Melalui momentum ini, diharapkan terbangun kolaborasi konkret untuk meningkatkan efisiensi layanan dan konektivitas logistik,” tambahnya.

Kunjungan di Pelabuhan Teluk Bayur menjadi bagian dari rangkaian agenda kerja Danantara di Sumatera Barat pada 19–20 Februari 2026 yang meliputi peninjauan proyek infrastruktur, kawasan hunian pascabencana, serta pembangunan fasilitas pendidikan guna mempercepat pembangunan daerah secara berkelanjutan. (***)

Penulis: Gilang Gardhiolla GusveroEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *