Agam, Kliksumbar – PMI Provinsi Sumatera Barat membangun 15 unit Rumah Tumbuh bagi warga Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kabupaten Agam, yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang.
Pembangunan hunian tersebut bersumber dari donasi masyarakat Jakarta Selatan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan pascabencana.
Pada Selasa, (10/2/2026), PMI Sumatera Barat menyerahkan satu unit Rumah Tumbuh secara simbolis kepada warga terdampak di Jorong Toboh.
Ketua Bidang Organisasi PMI Sumatera Barat, Aim Zein, menyampaikan bahwa pembangunan rumah dilakukan secara bertahap hingga seluruh unit siap dihuni.
“Hari ini kami serahkan satu unit rumah sebagai simbol bantuan dari Pemerintah Kota Jakarta Selatan kepada masyarakat. Selanjutnya, 14 unit lainnya akan kami selesaikan sebelum Lebaran,” ujar Aim.
Selain itu, Aim menjelaskan bahwa konsep Rumah Tumbuh dipilih agar hunian dapat dikembangkan secara bertahap sesuai kemampuan pemilik rumah.
“Kami sepakat menyebutnya Rumah Tumbuh karena rumah ini dapat dipelihara dan ditingkatkan secara perlahan melalui dukungan donasi masyarakat,” jelasnya.
Rumah Tumbuh PMI dibangun dengan ukuran 6×6 meter menggunakan rangka baja, atap spandek, dinding GRC antirayap, dan lantai semen.
Setiap unit rumah dilengkapi satu ruang tamu dan dua kamar tidur.
Relawan PMI dari Bukittinggi dan Agam melaksanakan pembangunan rumah tersebut bersama masyarakat setempat dan pemilik rumah.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Jakarta Selatan, Mundari, menyampaikan harapan agar bantuan ini dapat mempercepat pemulihan warga pascabencana.
“Melalui Rumah Tumbuh ini, kami berharap warga Jorong Toboh dapat kembali bangkit dan menjalani kehidupan dengan lebih baik,” ujar Mundari.
Ia menambahkan bahwa masyarakat Jakarta Selatan merasa bersyukur karena donasi yang disalurkan dapat dimanfaatkan langsung oleh warga terdampak.
Tidak hanya menyediakan hunian, PMI juga melengkapi setiap Rumah Tumbuh dengan bantuan peralatan rumah tangga.
PMI menyalurkan bantuan berupa kasur, kompor gas, dan selimut untuk setiap unit rumah.
Bantuan perlengkapan tersebut berasal dari donasi Asosiasi Pengusaha Indonesia.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Agam, Dandi Pribadi, menyatakan bahwa seluruh warga Jorong Toboh yang rumahnya hanyut akibat galodo kini telah memiliki tempat berteduh.
“PMI bergerak berdasarkan data dan asesmen yang tepat sehingga seluruh warga terdampak alhamdulillah telah terbantu,” ujar Dandi.
Pada kesempatan yang sama, Muzahar (58), orang tua dari Aulia Rahmi sebagai penerima Rumah Tumbuh pertama, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan tersebut.
“Alhamdulillah, anak saya sekarang sudah memiliki rumah kembali,” ujar Muzahar.
Ia menjelaskan bahwa PMI membangun Rumah Tumbuh di atas tanah milik warga sehingga rumah dapat ditempati dalam jangka panjang.
Sejak awal perencanaan, warga meminta agar rumah dapat digunakan minimal selama lima tahun sambil menabung untuk perbaikan hunian permanen.
“Permintaan tersebut alhamdulillah dikabulkan oleh PMI dan para donatur. Terima kasih kepada masyarakat Jakarta Selatan. Semoga menjadi amal ibadah bagi semuanya,” tambahnya. (***)











