iPadang, Kliksumbar – Hujan ekstrem mengguyur Sumatra Barat selama beberapa hari dan memicu banjir besar di sejumlah daerah.
Aliran sungai meluap dan membawa material dari hulu.
Dampaknya meluas ke pemukiman warga dan memutus akses vital berbagai wilayah.
Mengetahui situasi darurat tersebut, Anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum DPP IKM Andre Rosiade segera terbang ke Padang.
Ia memilih meninggalkan agenda penting di Senayan untuk memimpin langsung aksi kemanusiaan di daerah pemilihannya.
“Tinggalkan semua di sini. Provinsi Sumatra Barat diterjang bencana. Saya pimpin langsung aksi kemanusiaan untuk warga terdampak,” ujar Andre Rosiade saat tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Kamis siang, bersama Sekjen DPP IKM Bradity Moulevey.
Andre lalu meninjau lokasi banjir bandang di Tabing Banda Gadang.
Ia menyapa warga di tengah hujan, gelap listrik, dan sulitnya air bersih.
Andre membagikan makanan siap saji untuk kebutuhan mendesak.
“Sabar pak ibu, saya bawa nasi bungkus untuk makan malam. Kita hadapi bencana ini bersama,” ujar Andre yang saat itu didampingi Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir.
Seorang ibu kemudian menyampaikan keluhan soal tumpukan kayu besar yang terbawa arus.
“Pak Andre tolong. Di belakang sini ada tumpukan kayu setinggi rumah,” ujarnya.
Andre langsung merespons cepat.
“Tenang bu. Alat berat saya besok bekerja membersihkan tumpukan kayu dan lumpur,” jelasnya.
Di perjalanan ke lokasi lain, Andre menilai bencana tersebut tidak terlepas dari kerusakan hutan hulu.
“Ini pasti karena pembalakan liar di hulu sungai,” ujarnya.
Ia juga memperlihatkan video tumpukan kayu di pesisir Air Tawar.
“Laut tidak menerima sampah. Laut akan mengeluarkannya lagi,” tambah Andre.
Saat bertemu Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot, Andre meminta penegakan hukum atas pelaku ilegal logging.
“Sudahlah Pak Kapolda, tindak tegas saja. Alam sudah menunjukkan bukti,” ujar Andre saat menyerahkan bantuan logistik.
Kapolda membalas tegas.
“Siap. Kami sudah menyidik praktik ilegal logging ini,” ujarnya.
Ketua Jaringan Pemred Sumbar Adrian Tuswandi turut menyorot tumpukan kayu yang terbawa arus.
“Itu dipotong tangan manusia. Pohon adalah pasak bumi. Kalau ditebang, alam menghukum. Korbannya masyarakat, bukan pelaku ilegal logging,” ujar Adrian.
Andre terus bergerak ke banyak titik bencana hingga Jumat malam.
Ia mendatangi Lumin Park, Berok Baru, Komplek Berindo, hingga Unand Limau Manis untuk menemui mahasiswa dan warga yang mengungsi.
“Hari ini kita lanjut membantu masyarakat yang ditimpa musibah. Ya Allah kuatkanlah warga menghadapi bencana ini,” ujar Andre lirih. (***)











