Jakarta, Kliksumbar – Pertamina melalui Subholding Commercial & Trading Pertamina Patra Niaga terus memperkuat suplai energi di Sumatera yang terdampak banjir dan longsor dua pekan terakhir.

Cuaca ekstrem memutus akses utama, namun Pertamina memastikan pasokan BBM, LPG, dan Avtur tetap tersedia melalui jalur darat, laut, dan udara.

Untuk jalur darat, Pertamina mengerahkan 66 Awak Mobil Tangki tambahan lintas pulau.

Para AMT ini memperkuat armada utama yang masih dapat menjangkau wilayah berakses terbatas.

Selain itu, 36 mobil tangki BBM tambahan turut dikerahkan untuk mempercepat pemulihan distribusi di lokasi kritis.

Pada sektor energi rumah tangga, Pertamina menurunkan 30 unit skid tank LPG ke daerah yang sempat mengalami keterlambatan pasokan akibat longsor.

Skid tank ini berfungsi sebagai penyimpanan sekaligus sumber distribusi sementara agar suplai LPG tetap stabil dan mudah dijangkau masyarakat.

Ketika sebagian wilayah Aceh dan Sumatera Utara terisolasi, Pertamina mengalihkan pasokan melalui jalur laut.

Pengiriman BBM dan LPG dilakukan menggunakan kapal khusus.

Di antara pengiriman tersebut terdapat 9 skid tank LPG serta 4 mobil tangki BBM yang disalurkan ke wilayah terputus.

Langkah ini memastikan energi tetap tersedia meskipun akses darat belum pulih.

Pada saat yang sama, Pertamina bekerja sama dengan TNI AU untuk menyalurkan BBM dan Avtur via pesawat Hercules dan pesawat perintis.

Distribusi udara difokuskan menuju Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Sibolga.

“Pengiriman ini mendukung evakuasi, operasi alat berat, dan mobilitas logistik kemanusiaan,” ujar perwakilan Pertamina.

Melalui dukungan udara, Pertamina juga menjamin kebutuhan mendesak seperti bahan bakar helikopter evakuasi, kendaraan taktis, dan peralatan SAR.

Respons cepat ini menjadi bagian penting dalam menjaga kehadiran negara di tengah bencana.

Seluruh langkah distribusi berlangsung dalam koordinasi BP BUMN.

“Sinergi BUMN memastikan suplai energi tetap stabil dan layanan publik tidak berhenti,” jelasnya.

Mobilisasi personel, armada, dan logistik dilakukan di bawah satu komando terintegrasi.

Pertamina menyatakan bahwa upaya ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo mengenai jaminan layanan dasar masyarakat.

Energi dipandang sebagai kebutuhan esensial yang harus hadir dalam kondisi apa pun.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Pertamina membuka kanal darurat instansi melalui nomor 0822-7692-9620.

Untuk masyarakat umum, Contact Center 135 tetap siaga 24 jam.

Dengan langkah darat, laut, dan udara, Pertamina memastikan energi mengalir untuk pemulihan Sumatera.

Energi pulih, masyarakat bangkit—komitmen yang terus dijalankan hingga aktivitas warga pulih sepenuhnya. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *