Jakarta, – DPD RI dan PWI Pusat menyepakati kerjasama untuk menguatkan kampanye Green Democracy sebagai respons terhadap tingginya ancaman krisis iklim global.

Kesepakatan itu tercapai dalam audiensi antara Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, didampingi Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai, dengan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir di Gedung DPR/MPR RI.

Sultan menjelaskan bahwa konsep Green Democracy merupakan paradigma pembangunan baru yang menjaga keseimbangan manusia dan lingkungan.

Ia menekankan bahwa kebijakan negara harus memperhatikan keberlanjutan.

“Tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya alam untuk generasi mendatang,” jelas Sultan.

Kemudian ia menambahkan bahwa isu perubahan iklim sangat relevan dengan kebijakan pembangunan Presiden Prabowo dan minat generasi muda.

“Jika PWI fokus pada isu ini, maka akan banyak generasi muda yang tertarik berkontribusi,” ujar Sultan.

Sebagai bentuk komitmen, Sultan juga menyatakan kesiapannya hadir pada rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten.

Ia merencanakan kontribusi berupa dialog nasional tentang Green Democracy dan dukungan lomba jurnalistik bertema green ecology.

Sementara itu, Akhmad Munir menyambut baik ajakan tersebut.

Ia menilai Green Democracy merupakan isu strategis yang relevan dengan masa depan bangsa.

“PWI melihat Green Democracy sebagai isu strategis yang relevan dengan masa depan bangsa. Kami berkomitmen menjadikannya salah satu isu dari kampanye saat Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan dipusatkan di Serang, Banten, pada 9 Februari 2026 mendatang,” ujar Munir.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa PWI telah menjalankan banyak inisiatif ekologis pada HPN sebelumnya.

Ia mencontohkan kegiatan penanaman mangrove serta pembagian ribuan bibit pohon kepada masyarakat.

Pertemuan berlangsung hangat dan dihadiri sejumlah pengurus DPD RI dan PWI Pusat. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *