Jakarta, – Menteri Koperasi DR Ferry Juliantono meminta PWI bersinergi dengan kementeriannya untuk mempercepat kebangkitan koperasi nasional.
Ia menyampaikan ajakan itu saat menerima pengurus PWI Pusat di Kantor Kemenkop, Jakarta.
Ferry menegaskan bahwa negara menugaskannya mendorong koperasi agar mampu mengejar ketertinggalan dari BUMN dan swasta.
Ia juga menekankan pentingnya rebranding koperasi.
Ferry menyebut banyak anak muda tidak lagi memahami konsep koperasi.
Ia berkata, “PWI dan Kemenkop Siap Bersinergi Wujudkan Semangat Pasal 33 UUD 45.”
Selain itu, ia menjelaskan pembentukan kedeputian digitalisasi dan business development.
Langkah itu, menurutnya, diperlukan karena koperasi sebelumnya fokus pada lembaga, bukan bisnis.
Pada tahap berikutnya, Presiden Prabowo Subianto mendorong pembentukan Koperasi Merah Putih di 80 ribu desa.
Inpres No 9/2025 menjadi dasar program tersebut.
Kemudian, regulasi juga disesuaikan untuk memasuki tahap operasional.
Pemerintah segera membangun gudang dan gerai standar.
Kemenkop bahkan merekrut ribuan asisten bisnis dan tenaga project management officer untuk memperkuat daerah.
Ferry menargetkan pembangunan fisik selesai pada Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa koperasi kini diarahkan masuk sektor industri, produksi, dan perkreditan.
Ferry menilai negara harus hadir mengatur pasar dan menjaga ekonomi Pancasila sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.
Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengapresiasi langkah Kemenkop.
Ia melihat kementerian itu mendapat tugas strategis membangun koperasi desa secara nasional.
Menurutnya, PWI siap berkolaborasi mendukung program pemerintah.
Munir juga menawarkan program pendidikan PWI untuk meningkatkan kapasitas SDM koperasi.
Pertemuan berlangsung akrab dan dihadiri pejabat Kemenkop serta pengurus PWI Pusat. (***)











