Padang, – DPD AK3L Provinsi Sumatera Barat resmi melantik pengurus baru untuk periode 2025-2030. Panitia menggelar prosesi pelantikan di Pangeran Beach Hotel, Padang, pada Senin (17/11/2025).
Acara ini berlangsung tertib dan menghadirkan sejumlah tokoh penting dari berbagai lembaga.
Panitia menghadirkan Kadis SDA-BK Sumbar Rifda Ariyani, beberapa perwakilan universitas, serta jajaran DPP AK3L.
Kehadiran pimpinan lembaga itu menunjukkan dukungan kuat terhadap perkembangan keselamatan kerja di Sumbar.
Selain itu, perwakilan Kadin, MKI, PPI, dan APERSI turut hadir dalam pelantikan tersebut.
Ketua Umum AK3L Pusat, Nasrun Effendi, menyampaikan pandangan terkait kondisi tenaga kerja konstruksi.
“Seluruh tenaga kerja memerlukan bimbingan agar tetap sehat dan selamat,” ujarnya.
Ia menyebut jumlah kecelakaan kerja masih tinggi.
“Tahun 2025 tercatat 47.300 kasus kecelakaan kerja, sementara BPJS mencatat 323.652 kasus,” lanjutnya.
Angka itu menunjukkan tantangan besar bagi tenaga kerja di Indonesia.
Menurutnya, tingkat sertifikasi tenaga konstruksi juga masih rendah sehingga perlu perhatian serius.
Oleh karena itu, profesi keselamatan konstruksi wajib memperkuat pendampingan bagi para pekerja.
Pada sesi berikutnya, Kadis SDA-BK Sumbar Rifda Suriani menegaskan pentingnya budaya K3L.
“Semua stakeholder harus bersatu untuk menerapkan budaya K3,” kata Rifda.
Ia berharap tenaga kerja siap menghadapi era digital.
Menurutnya, transformasi industri memerlukan persiapan matang dari semua sektor.
Pelantikan dilanjutkan dengan sambutan Ketua DPD AK3L Sumbar, Prof Is Prima Nanda.
Ia merasa terhormat memimpin organisasi ini.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas amanah ini,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan standar keselamatan kerja.
Ia berkomitmen memperkuat sinergi semua pihak agar pekerja konstruksi memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industri.
DPD AK3L Sumbar menegaskan kesiapan mereka mendukung program pemerintah.
Selain itu, organisasi ini juga siap memperluas edukasi keselamatan kerja demi mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan produktif. (***)











