Dharmasraya, – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memberikan klarifikasi resmi terkait isu dugaan pelecehan marwah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) saat Upacara Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Bupati Dharmasraya, Selasa (28/10/2025).
Kepala Bagian Protokoler dan Komunikasi Pimpinan, Robi Suhendra, S.Pd, menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud menyinggung atau melecehkan organisasi mana pun.
“Kami menyampaikan permohonan maaf apabila ada hal-hal yang menimbulkan ketidaknyamanan, terutama kepada Plt Ketua PWI Dharmasraya,” ujar Robi dalam keterangannya kepada media, Rabu (29/10/2025).
Ia menambahkan bahwa persoalan ini tidak berkaitan dengan Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, maupun Penjabat Sekda, Drs. Jasman Dt. Bandaro Bendang, MM.
“Sebagai Kepala Bagian Protokoler, saya bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan kegiatan,” tegasnya.
Menurut Robi, seluruh organisasi, termasuk PWI Dharmasraya, telah mendapatkan tempat duduk sesuai ketentuan keprotokolan.
“Kursi untuk Plt Ketua PWI sudah kami sediakan di samping Ketua KONI. Saat dipersilakan duduk, beliau mengatakan ‘nanti saja duduknya.’ Jadi, tidak benar ada tindakan melecehkan PWI,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa penempatan tamu undangan telah disusun berdasarkan prinsip penghormatan dan aturan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan.
Meski demikian, Robi menyebut pihaknya akan melakukan evaluasi internal agar pelaksanaan protokol ke depan lebih profesional.
“Oleh karena itu, kami akan memperkuat pemahaman tim terhadap aturan keprotokolan agar lebih presisi dan adil,” katanya.
Robi berharap klarifikasi ini dapat meluruskan kesalahpahaman yang beredar di publik.
“Kami ingin menjaga hubungan baik antara Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan insan pers. Semoga kerja sama ini terus terjalin demi kemajuan daerah,” tutupnya. (***)











