Padang, — Pengusaha nasional asal Padang, Jefri Nedi, menilai potensi sektor perkebunan di Sumatra Barat sangat luar biasa.
Ia menegaskan, hilirisasi perkebunan harus menjadi fokus utama agar pertumbuhan ekonomi (PE) Sumbar bisa meningkat signifikan.
Menurut Jefri, komoditas gambir berpeluang besar menjadi motor ekonomi daerah jika dikelola dengan baik.
“Saat Menteri Pertanian Amran datang ke Sumbar, terungkap bahwa gambir harus menjadi komoditas unggulan ekspor,” ujar Jefri Nedi melalui Zoom, Rabu (29/10/2025).
Jefri menjelaskan, kontribusi perkebunan terhadap PDRB sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai 25 persen.
Komoditas utama seperti sawit, karet, kakao, tebu, dan gambir memegang peranan penting bagi ekspor Sumbar.
“Gambir Sumbar menyumbang 80–90 persen ekspor gambir Indonesia, terutama dari Limapuluh Kota dan Payakumbuh,” ungkapnya.
Selain itu, sawit dengan lahan sekitar 400 ribu hektare di Pasaman Barat, Dharmasraya, dan Solok Selatan menjadi penyumbang terbesar ekspor CPO dan turunannya.
Ia menambahkan, hilirisasi sangat penting agar nilai tambah produk perkebunan tetap berputar di daerah.
“Harus hilirisasi supaya uang berputar di Sumbar, bukan keluar daerah,” tegasnya.
Menurutnya, mayoritas masyarakat desa menggantungkan hidup dari perkebunan.
Perputaran ekonomi hasil panen menjadi sumber penghasilan utama bagi petani dan UMKM.
Jefri juga menyoroti perlunya dukungan pemerintah dalam membangun infrastruktur perkebunan, seperti jalan, listrik, dan pasar, agar rantai distribusi lebih efisien.
Meskipun memiliki potensi besar, Jefri mengakui masih banyak tantangan.
Harga komoditas seperti sawit, karet, dan kakao cenderung fluktuatif.
Produktivitas kebun rakyat pun masih rendah karena sistem pertanian tradisional.
“Masalah lain yaitu hasil perkebunan banyak dijual mentah. Padahal kalau diolah jadi produk bernilai tinggi, seperti minyak olahan atau cokelat, tentu pendapatan lebih besar,” jelasnya.
Sebagai pengusaha rantau yang peduli, Jefri menyebut gagasannya bukan kritik, melainkan dorongan untuk memajukan Sumbar.
Ia menilai hilirisasi perkebunan dan perikanan, serta penguatan pariwisata dan investasi industri pengolahan, bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi Sumbar.
“Kita punya sumber daya lengkap, tinggal tata kelolanya dibenahi agar PE Sumbar kembali di atas rata-rata nasional,” pungkasnya. (***)











