Padang, – Konflik internal dalam kepengurusan Pengurus Besar Ikatan Alumni SMA 3 (PB Ikasmantri) Padang semakin memanas!

Perseteruan ini bahkan memicu pengkotakan alumni antara Ikasmantri Padang dan Ikasmantri Jakarta, memunculkan ancaman perpecahan besar.

Ketegangan semakin nyata setelah sekelompok alumni lintas angkatan menyatakan sikap.

Mereka di antaranya Yulisman Yacoeb (88), Nita (88), Rudi Santoso (88), Yanveryson (86), Benny Frandino (87), Utama Fitri (93), Alpianif, Efrizon Yubaidir (90) serta sejumlah alumni muda dari angkatan 2021, 2022, dan 2024.

Menurut Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kealumnian Ikasmantri Padang Utama Fitri mengatakan, penyebab utama konflik ini adalah ketidakmampuan Ketua Umum PB Ikasmantri, Rahyussalim, dalam menjalankan organisasi.

“Sejak dikukuhkan, organisasi berjalan tanpa kendali. Tidak ada rapat pengurus pleno, tidak ada penyusunan program kerja, bahkan rapat kerja pun tak pernah dilakukan,” tegasnya, Kamis (27/02/2025) di Padang.

Yulisman menambahkan bahwa ketiadaan program kerja yang jelas membuat organisasi berjalan tanpa arah.

“PB Ikasmantri ini jadi ugal-ugalan karena tidak ada konsep yang jelas,” katanya.

Konflik mencapai puncaknya setelah Ketua Umum Rahyussalim menerbitkan Surat Keputusan (SK) pada 11 Februari 2025 yang mengangkat Yulviadi Adek sebagai Ketua Harian, menggantikan Alpianif.

Keputusan ini diprotes keras karena dianggap melanggar AD/ART Ikasmantri, yang dalam Pasal 9 Ayat (1) mewajibkan keputusan penting diambil melalui musyawarah pengurus.

“Ini keputusan sepihak yang cacat hukum dan harus dibatalkan,” tegas Yulisman, yang juga seorang pengacara.

Menanggapi polemik ini, Utama Fitri dan rekan-rekan alumni menuntut Ketua Umum segera:

• Menjelaskan dan menyelesaikan konflik di PB Ikasmantri

• Mencabut SK pengangkatan Ketua Harian

• Mengganti Sekretaris Umum dan Bendahara Umum

• Menggelar rapat pleno dan menyusun program kerja

“Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, kami akan mengajukan mosi tidak percaya dan menggelar Musyawarah Luar Biasa (Mubeslub) untuk memilih ketua baru!” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua Umum Rahyussalim membantah adanya perpecahan.

Saat dikonfirmasi, ia menegaskan bahwa PB Ikasmantri saat ini justru tengah sibuk mempersiapkan Blue Ocean Minang Run, event nasional yang digagas Ikasmantri Padang pada 20 April 2025.

“Kami butuh orang dengan jaringan luas dan komitmen tinggi, jadi kami melakukan tour of duty untuk menempatkan orang yang tepat di posisi strategis,” ujarnya.

Menurutnya, pergantian personel ini justru untuk kepentingan organisasi, bukan karena adanya konflik.

“Kami sedang fokus pada kegiatan konkret dan hal-hal positif demi kemajuan Ikasmantri,” tutupnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *