Jakarta, kliksumbar – Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Zigo Rolanda, mendukung instruksi Bahlil Lahadalia. Ia meminta ekspor sumber daya alam (SDA) langsung menuju negara pembeli.

Menurut Zigo, Indonesia harus memperoleh manfaat ekonomi maksimal dari perdagangan kekayaan alamnya. Jangan sampai negara perantara justru menikmati keuntungan dari komoditas milik Indonesia.

Zigo yang juga Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar menyampaikan pandangannya. Ia menilai kebijakan ekspor langsung penting untuk menjaga kedaulatan ekonomi nasional.

“Barang kita yang punya, kekayaan alam kita yang punya. Maka ekspor harus langsung dari Indonesia ke negara tujuan. Pencatatan neraca perdagangan, penerimaan devisa, dan pajak harus masuk penuh ke kas negara,” kata Zigo, Selasa (3/11/2026).

Zigo Soroti Devisa dan Pajak Ekspor SDA

Zigo menilai pengiriman komoditas melalui negara perantara berpotensi mengurangi manfaat ekonomi Indonesia. Praktik tersebut juga dapat memengaruhi pencatatan asal komoditas dalam perdagangan internasional.

Karena itu, ia mendukung langkah pemerintah memperkuat kendali jalur perdagangan ekspor. Menurutnya, kepentingan nasional harus menjadi prioritas dalam setiap aktivitas perdagangan SDA.

“Instruksi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia agar ekspor komoditas tambang dan gas tidak lagi transit di negara perantara adalah sikap yang sangat tepat dan bernyali. Jangan biarkan kedaulatan ekonomi kita diatur-atur atau dimanfaatkan oleh pihak ketiga,” ujar Zigo.

Ia juga menyoroti posisi tawar Indonesia dalam perdagangan internasional. Pengiriman langsung, menurutnya, dapat memperkuat kendali Indonesia atas perdagangan komoditas strategis.

“Dengan pengiriman langsung, wibawa bangsa terjaga dan nilai tambah transaksi tercatat penuh untuk kesejahteraan 280 juta rakyat Indonesia,” katanya.

Pengusaha Daerah Harus Mendapat Kesempatan

Selain jalur ekspor, Zigo menyoroti pemerataan manfaat ekonomi sektor pertambangan. Ia meminta pemerintah memperkuat tata kelola pertambangan yang transparan dan berpihak kepada masyarakat.

Zigo mendukung kebijakan afirmatif bagi pengusaha daerah, BUMD, dan UMKM. Ia juga mendorong keterlibatan kontraktor lokal dalam kegiatan pertambangan.

Menurutnya, pelibatan pelaku usaha daerah dapat memperluas kesempatan ekonomi masyarakat. Kebijakan tersebut juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian daerah.

Selain itu, Zigo mendukung penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Instrumen tersebut dapat membantu pemerintah mengendalikan pasokan serta menjaga stabilitas harga komoditas.

Hilirisasi Harus Menghasilkan Produk Jadi

Pada sektor hilirisasi, Zigo menekankan pentingnya pembangunan fasilitas pengolahan atau smelter. Ia mendorong industri menghasilkan produk jadi, bukan hanya mengolah bahan mentah.

Dengan demikian, Indonesia dapat memperoleh nilai tambah lebih besar dari kekayaan alamnya. Manfaat pengolahan juga diharapkan mengalir kepada masyarakat dan daerah penghasil.

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia menyampaikan instruksi ekspor langsung saat membuka Minerba Convex 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Bahlil meminta jajaran Kementerian ESDM mengawal pengiriman komoditas energi dan mineral. Ia juga meminta pengiriman gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) langsung menuju negara pembeli.

Instruksi tersebut secara khusus menyasar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bahlil juga meminta Kepala SKK Migas memastikan pengiriman LNG berjalan langsung.

Melalui penguatan ekspor langsung, hilirisasi, dan keterlibatan pengusaha daerah, Zigo berharap manfaat SDA semakin merata. Ia ingin kekayaan alam Indonesia memperkuat ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *