Padang Pariaman, — Tim dosen Universitas Negeri Padang (UNP) melatih pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) digital printing di Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam menyusun laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK-EMKM) melalui aplikasi Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK).

Ketua tim pelaksana, Dr. Mia Ayu Gusti, SE., MM., menjelaskan bahwa sebagian besar UMKM digital printing masih mencatat transaksi secara manual.

Bahkan, beberapa pelaku usaha belum memiliki laporan keuangan sama sekali.

“Kondisi ini membuat mereka kesulitan mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan formal. Melalui SIAPIK, pelaku usaha bisa membuat laporan keuangan yang sederhana dan sesuai standar,” kata Mia.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga melibatkan Prof. Dr. Syamsul Amar, MS., dari Departemen Ilmu Ekonomi serta Vici Syahril Chairani, M.Pd., dari Fakultas Pariwisata dan Perhotelan.

Pelatihan dilaksanakan pada Selasa (21/10/2025) di Café Cordelia, Lubuk Alung.

Sebanyak 12 peserta dari 10 pelaku usaha digital printing ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.

Selanjutnya, pelatihan berlangsung tatap muka dengan menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yaitu Afriosa Syawitri, S.Pd., M.Kom., dan Yokazio Sharen, S.E., M.M.

Peserta mengikuti tiga tahapan pelatihan, meliputi ceramah, sosialisasi, dan simulasi.

Pada tahap akhir, mereka mempraktikkan langsung pencatatan transaksi riil usaha dengan bimbingan tim pengabdian.

Hasil evaluasi menunjukkan seluruh peserta mampu menginstal aplikasi SIAPIK serta membuat laporan keuangan sederhana.

Menurut Syamsul Amar, SIAPIK cocok bagi UMKM karena sistemnya mudah digunakan dan tidak membutuhkan pengetahuan akuntansi mendalam.

Vici Syahril menambahkan, kegiatan ini meningkatkan kesadaran pelaku usaha tentang pentingnya transparansi dan akuntabilitas.

Sebagai tindak lanjut, tim UNP berencana menggelar pelatihan tahap dua agar peserta mampu menyusun laporan keuangan lengkap berdasarkan data transaksi usaha masing-masing. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *