Padang— Waooo, sebentar lagi bakal terjadi kejutan politika Sumbar jelang 27 Agustus 2024. Wagub Sumbar Audy Joinaldy yang selama ini sangat loyal dan selalu menjaga harmonisasi dengan Gubernur Sumbar Mahyeldi mengambil sikap.
Audy dikabari maju Cagub Sumbar pada Pilkada, itu artinya Audy versi Mahyeldi jadi pertarungan politik hebat di Pilkada Sumbar.
Infonya lagi Audy Joinaldy bakal berpasangan dengan tokoh yang tak diragukan lagi elektabilitas dan elektoral yaitu Bupati Dharmasraya 2 Periode Sutan Riska Tuanku Kerajaan.
Terkait Audy versus Mahyeldi itu Sekretaris Umum PKS Sumbar H Rahmat Saleh mengatakan wajar saja.
“Wajar dan gak ada persoalan kok dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Barat (Sumbar) atau hubungan Pak Audy dengan Buya Mahyeldi kok,”ujar Rahmat Saleh, dikutip dari rilis beredar di sebuah WhatsApp Group Selasa (23/7).
“Dalam demokrasi, tentu itu hal yang wajar, karena setiap orang punya hak yang sama untuk memilih dan dipilih,” kata Rahmat di Padang.
Audy menurut Rahmat Saleh adalah orang yang pengalaman dan potensi.
“Pak Audy juga punya track record, kemudian pengalaman jadi Wagub, tentu wajar beliau ingin maju sebagai Cagub,” katanya.
PKS kata Rahmat Saleh menghargai langkah politik Audy untuk maju di Pilgub Sumbar 2024. PKS menghargai setiap orang yang ingin berpartisipasi dalam Pilkada 2024 ini. Ini juga momentum untuk memunculkan tokoh yang membangun Sumbar.
Audy Joinaldy maju Cagub tak lepas dari keluarnya SK Parpol besar PKS dan Gerindra tentang Paslon Pilkada Sumbar Mahyeldi-Vasko.
“Padahal jauh sebelum Pilkada, saat kami Jaringan Pemred Sumbar coffee morning sama Pak Wagub Bro Audy bilang tidak akan maju Cagub, beliau biar maju sebagai Cawagub Buya sajam Dan kalau gak dipakai Buya dia berkemas dan balik ke anak istri di Jakarta,”ujar Ketua Jaringan Pemred Sumbar (JPS) Adrian Tuswandi.
Tapi politik itu dinamis, bisa saja kata Toaik biasa Ketua JPS ini disapa banyak kalangan di Sumbar, Audy Joinaldy berubah pikiran, apalagi ada kesempatan, ada fans Audy yang loyal juga pastinya ada kapital perjuangan dan pergerakan pemenangan.
“Audy itu punya loyalis yang loyal dan umumnya kalangan milenial dan Gen Z yang tak terkontaminasi politik praktis selama ini, dengan tak bersama Mahyeldi tentu menimbulkan pertanyaan di publik Sumbar yang bermuara ke Audy dizolimi dalam tanda petik,”ujar Toaik.
Muncul Audy jadi Cagub bahkan sebuah Parpol besar telah bersiap mengeluarkan kartu tanda anggota (KTA) ke Audy Joinaldy telah menambah bakal calon gubernur Sumbar sebelumnya Mahyeldi dan Epyardi Asda yang berkibar. (att)











