Padang, — Gerakan pelestarian lingkungan kembali hadir lewat aksi nyata Naturavita bersama EnviroXplore.
Kegiatan berlangsung di kawasan Pantai Jambak, Kota Padang, dengan melibatkan 100 relawan dari berbagai komunitas dan lembaga sosial.
Para relawan menanam 450 bibit mangrove dan 37 bibit pinago sebagai bentuk kontribusi menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Rumah Zakat dan Asik.id sebagai kolaborator utama.
Selain dua lembaga utama, kegiatan ini turut menggandeng Pengawasan Mangrove Pasia Nan Tigo.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pelestarian alam memerlukan sinergi antar komunitas, mahasiswa, dan masyarakat.
Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan Rumah Zakat, Safarina, yang mengajak semua peserta untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian pesisir.
Setelah doa bersama, peserta mengikuti sesi edukasi seputar pentingnya mangrove bagi keseimbangan ekologi.
Dalam sesi edukasi, pakar mangrove Dr. Ir. Eni Kamal, M.S., menjelaskan bahwa pohon bakau berperan besar menyerap karbon dan menghasilkan oksigen lima kali lebih banyak dari tumbuhan darat.
Ia menegaskan, Indonesia perlu menanam hingga 6.000 hektar mangrove untuk mengatasi dampak perubahan iklim.
Setelah penyampaian materi, para relawan melanjutkan aksi dengan menanam 487 bibit secara berkelompok.
Setiap kelompok menanam rata-rata 75 bibit menggunakan teknik lima bibit per lubang agar tumbuh optimal.
Eni menjelaskan, bibit bakau membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk tumbuh sempurna.
Meski lama, langkah ini menjadi awal bagi terbentuknya dua kampung mangrove di Sumatera Barat yang akan berfungsi sebagai pusat edukasi dan ekowisata.
Melalui semangat gotong royong, Aksi Naturavita x EnviroXplore bukan sekadar kegiatan menanam pohon, tetapi juga menanam harapan.
Harapan untuk laut yang lebih lestari, bumi yang lebih hijau, dan masa depan yang lebih sehat bagi generasi mendatang. (***)











