Padang, – Di tengah hiruk-pikuk libur Lebaran, bendi tetap menarik perhatian pengunjung di Pantai Padang.

Kendaraan tradisional ini ditarik oleh kuda dan memberikan pengalaman klasik yang tak tergantikan.

Setiap hari, dari pukul 11.00 hingga 18.00 WIB, suara derap kuda dan roda kayu bendi terdengar di sepanjang pantai.

Anak-anak tertawa, sementara orang tua menikmati nostalgia masa lalu.

Para wisatawan pun menikmati sensasi berbeda dari naik bendi.

Anto, seorang kusir berpengalaman, telah mengendarai bendi selama lebih dari 20 tahun.

Ia melayani penumpang setiap musim libur, terutama saat Lebaran.

“Lebaran selalu ramai. Anak-anak suka naik bendi. Orang tua juga ingin mengenang masa kecil,” ujar Anto saat diwawancarai kliksumbar.id pada Minggu (6/4/2025).

Doni, wisatawan asal luar kota, mengaku terkesan.

Ia menikmati perjalanan bendi bersama dua anaknya.

“Naik bendi itu seru. Anak-anak senang bisa dekat dengan kuda,” katanya sambil tersenyum.

Dengan tarif mulai dari Rp50 ribu per perjalanan, keluarga bisa merasakan hiburan sederhana namun berkesan.

Di balik pesona bendi, muncul kekhawatiran.

Menurut Anto, generasi muda enggan menjadi kusir.

Mereka lebih memilih pekerjaan lain yang dianggap lebih modern. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *