Padang, Kliksumbar – Kamar Dagang dan Industri Sumatera Barat menggenjot pembangunan hunian tetap bagi korban galodo di Kampung Tanjung, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Program ini menjadi solusi jangka panjang pascabencana banjir bandang akhir 2025.

Ketua Kadin Sumbar, Buchari Bachter, menyampaikan bahwa pihaknya langsung menyiapkan hunian tetap setelah warga menempati hunian sehat dan layak di lokasi tersebut.

“Peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap telah kami lakukan pada Kamis, 29 Januari 2026,” ujar Buchari.

Ia menjelaskan, Kadin Indonesia melalui Kadin Sumbar membangun sebanyak 10 unit hunian tetap di Kapalo Koto.

Pembangunan ini menjadi yang pertama kali dilakukan Kadin di Sumatera Barat.

“Alhamdulillah, pembangunan huntap di Kapalo Koto telah dimulai dengan total 10 unit,” ujar Buchari.

Selain itu, Buchari menyebutkan bahwa anggaran pembangunan huntap mencapai sekitar Rp1,5 miliar.

Dana tersebut telah mencakup seluruh fasilitas dasar yang dibutuhkan warga.

“Huntap ini kami targetkan selesai sebelum Idulfitri 2026, sehingga warga dapat segera menempatinya,” jelasnya.

Saat ini, sebanyak 11 kepala keluarga telah menempati hunian sehat dan layak di Kapalo Koto.

Mereka merupakan korban banjir bandang yang merusak rumah warga pada akhir November 2025.

Setelah pembangunan rampung, Kadin Sumbar akan segera meresmikan huntap tersebut bersama Pemerintah Kota Padang dan mitra pendukung.

“Huntap ini nantinya akan diresmikan oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, bersama Direksi PT Semen Padang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Buchari menegaskan bahwa program huntap ini akan menjadi model penanganan pascabencana di daerah lain.

“Harapan kami, pola pembangunan huntap ini dapat diterapkan di wilayah terdampak bencana lainnya di Sumatera Barat,” pungkasnya. (***)

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *