Padang, Kliksumbar – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengajak Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar mengawal rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Ajakan tersebut disampaikan setelah masa tanggap darurat provinsi resmi berakhir.
Mahyeldi menegaskan fase rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi tahapan paling krusial dalam pemulihan daerah terdampak.
Oleh karena itu, ia meminta peran aktif media menjaga konsistensi perhatian publik.
Gubernur menyampaikan hal tersebut saat menerima pengurus PWI Sumbar di Istana Gubernuran, Selasa (23/12).
Ia menilai jurnalis memiliki fungsi strategis dalam mengawal kebijakan publik pascabencana.
Mahyeldi menyebut fokus pemerintah kini tertuju pada pemulihan jangka panjang dan berkelanjutan.
Ia meminta media memastikan proses pemulihan berjalan menyeluruh dan berbasis data.
Gubernur didampingi Asisten III Setda Sumbar Medi Iswandi, Kadis Kominfo Rudy Rinaldy, serta Kabiro Adpim Nolly Eka Mardianto.
Rombongan menerima pengurus PWI Sumbar secara resmi.
Pengurus PWI Sumbar dipimpin Ketua Widya Navies bersama jajaran pengurus inti dan Dewan Kehormatan.
Pertemuan ini merupakan audiensi kedua setelah bencana melanda.
Sebelumnya, PWI Sumbar telah menggelar audiensi awal untuk memberikan masukan kebijakan penanganan bencana.
Pertemuan lanjutan juga digelar secara virtual lintas tokoh daerah.
Ketua PWI Sumbar Widya Navies menyampaikan komitmen organisasi dalam pemulihan Sumbar.
“PWI menjalankan peran sesuai fungsi pers,” ujar Widya Navies.
Widya menjelaskan PWI telah menggelar diskusi bersama pakar, akademisi, dan aktivis.
“Seluruh peserta sepakat mendorong pemulihan Sumbar secara kolektif,” tambahnya.
Selain isu kebencanaan, PWI Sumbar melaporkan agenda organisasi kepada gubernur.
Salah satunya rencana Seminar Nasional kebencanaan.
Seminar bertema “Sumbar Bangkit” akan digelar bersamaan pengukuhan pengurus periode 2024–2029.
Agenda tersebut dijadwalkan pada Januari 2026.
Ketua DKP PWI Sumbar Zul Effendi menyebut koordinasi telah dilakukan dengan BNPB.
“Seminar bertujuan menyusun peta jalan pemulihan,” jelasnya.
Gubernur Mahyeldi menyambut positif rencana tersebut dan menunjuk Asisten III Medi Iswandi sebagai penghubung.
Ia menilai agenda tersebut sejalan dengan penyusunan Dokumen R3P.
Mahyeldi menjelaskan pemerintah tengah menghimpun data verval dari daerah terdampak.
Data tersebut menjadi dasar penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi.
Ia mengingatkan masa pemulihan membutuhkan waktu panjang hingga beberapa tahun.
“Karena itu, pengawalan media harus berlangsung konsisten,” ujarnya. (***)











