Jakarta, Kliksumbar – Provinsi DKI Jakarta semakin mengukuhkan perannya sebagai tolok ukur nasional keterbukaan informasi publik.
Capaian tersebut tercermin melalui hasil Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik atau E-Monev KIP Tahun 2025.
Komisi Informasi DKI Jakarta mencatat rekor nasional dalam pelaksanaan E-Monev KIP 2025.
Rekor tersebut mencakup jumlah peserta terbanyak, kualitas penilaian, serta peningkatan badan publik berpredikat Informatif.
Komisi Informasi DKI Jakarta mengumumkan capaian itu dalam Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik 2025.
Acara tersebut berlangsung di Balai Agung Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/12/2025).
Ketua KI DKI Jakarta Harry Ara Hutabarat menyampaikan bahwa E-Monev 2025 diikuti 829 badan publik.
Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak secara nasional.
Bahkan, lebih dari 300 badan publik mengikuti tahapan presentasi langsung.
Metode tersebut jarang diterapkan secara masif di daerah lain.
“DKI Jakarta hari ini tidak hanya menjadi peserta keterbukaan informasi nasional, tetapi menjadi benchmark nasional,” ujar Harry.
Menurut Harry, KI DKI Jakarta menerapkan penilaian berbasis dokumen dan praktik nyata layanan informasi publik.
Pendekatan tersebut menguji komitmen badan publik secara langsung.
“Model ini kami dorong sebagai praktik baik yang dapat direplikasi nasional,” jelasnya.
Hasil E-Monev KIP 2025 menunjukkan sebanyak 189 badan publik meraih predikat Informatif.
Jumlah tersebut setara 27 persen dari total peserta.
Selain itu, 99 badan publik meraih predikat Menuju Informatif.
Sebanyak 56 badan publik masuk kategori Cukup Informatif.
Sementara itu, 64 badan publik berstatus Kurang Informatif.
Sebanyak 294 badan publik masih berada pada kategori Tidak Informatif.
“Hari ini terdapat 189 badan publik terbaik yang konsisten mendorong transparansi,” tegas Harry.
Tren partisipasi E-Monev di Jakarta menunjukkan peningkatan signifikan.
Pada 2019, hanya 72 badan publik mengikuti evaluasi.
Jumlah tersebut meningkat menjadi 157 badan publik pada 2021.
Angka partisipasi terus naik hingga mencapai 519 badan publik pada 2024.
Pada 2025, jumlah peserta melonjak menjadi 829 badan publik.
Seiring itu, kualitas keterbukaan informasi juga meningkat tajam.
Jumlah badan publik Informatif naik hampir tiga kali lipat.
Pada 2024 tercatat 67 badan publik, lalu meningkat menjadi 189 pada 2025.
Harry menegaskan capaian tersebut lahir dari sinergi kebijakan yang kuat.
KI DKI Jakarta bekerja bersama Pemprov DKI Jakarta dan badan publik.
Ke depan, KI DKI Jakarta menargetkan 1.000 badan publik mengikuti E-Monev 2026.
Target tersebut memperkuat posisi Jakarta sebagai laboratorium nasional keterbukaan informasi.
“Kami ingin keterbukaan informasi menjadi standar nasional berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan apresiasi kepada KI DKI Jakarta.
Ia menilai capaian tersebut sebagai kemajuan luar biasa.
“Saya mengapresiasi Komisi Informasi DKI Jakarta atas peningkatan peserta E-Monev 2025,” ujar Pramono.
Usai sambutan, Pramono Anung menyerahkan penghargaan kepada badan publik Informatif.
Acara tersebut dihadiri pimpinan lembaga dan pejabat daerah. (***)











